Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dugaan kasus bullying yang menjadikan siswa di salah satu SMPN Kota Malang berinisial MS harus menerima perawatan hingga jarinya akan diamputasi telah masuk ke ranah kepolisian.

Meski dari informasi yang dinyatakan pihak sekolah, kejadian itu disinyalir dari ketidaksengajaan aksi gurauan semata. Namun, 7 teman MS yang diduga melakukan penganiayaan itu telah resmi dilaporkan ke Polresta Malang Kota, dan saat ini sedang dalam tahap penyelidikan.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan jika kejadian tersebut saat ini memang belum diketahui secara pasti apakah sudah masuk kategori ranah kriminal atau sebatas gurauan saja. Adapun, kasus tersebut sudah masuk ke ranah kepolisian, ia meminta ada pendampingan terhadap siswa yang terlibat.

"Saya minta ada pendampingan secara psikologis, baik bagi korban maupun bagi 'pelaku'," ujarnya, ditemui usai melakukan kunjungan ke pihak sekolah, Senin (3/2).

Bahkan, pendampingan itu dijelaskannya bukan semata hanya aspek psikologis saja. Mengingat aksi tersebut melibatkan siswa-siswa sekolah yang notabene masih di bawah umur. 

"Dilakukan juga pendampingan dari sisi hukum. Apapun ini adalah masih anak-anak usia sekolah. Jadi akan kami lakukan bersama-sama," imbuhnya.

Sebelumnya, dari hasil kunjungannya untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut secara detail pria yang akrab disapa Aji ini mendapat laporan mengenai luka yang dialami korban. Selain jari tangan yang nyaris akan diamputasi, terdapat pula luka lebam di bagian tubuh lainnya. Yakni, di kaki, punggung dan tangan.

Status sosial MS di sekolah juga disoroti, yang mana ia tercatat cukup aktif dalam kegiatan organisasi. Mulai dari Paskibra dan BDI (Badan Dakwah Islam), bahkan ia juga menjadi ketua kelas. Karenanya, Sutiaji juga bakal memastikan penyebab dari semua runtutan kejadian hingga menjadikan korban harus menerima perawatan.

Pihaknya juga memastikan, ke tujuh siswa yang terlibat dalam kejadian tersebut akan dilakukan pembinaan oleh pihak sekolah. "Saya juga ke sana (RS tempat korban mendapat perawatan) untuk memastikan penyebabnya. Kalau guyonan kan ramai-ramai, itu yang satu biasanya narik dan lain sebagainya. Kalau dari status sosial di sekolah, anak ini tidak termasuk kekurangan. Nanti itu (7 siswa) itu tanggung jawab sekolah, akan dibina di sekolahan," pungkasnya.