WNI dari Wuhan yang baru saja tiba di Bandara Hang Nadim Batam, turun pesawat langsung menjalani penyemprotan disinfektan anti virus (Dok Kemenlu)
WNI dari Wuhan yang baru saja tiba di Bandara Hang Nadim Batam, turun pesawat langsung menjalani penyemprotan disinfektan anti virus (Dok Kemenlu)

MALANGTIMES - Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan dan dipulangkan ke Indonesia, telah sampai di Bandara Hang Nadim, Batam Minggu pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di bandara mereka langsung disemprot disinfektan anti virus.

Para WNI tersebut dievakuasi menggunakan pesawat Airbus 330-300CEO milik maskapai Batik Air. Sebelum berangkat untuk evakuasi, pesawat yang ditumpangi juga disemprot disinfektan anti virus.

Dan saat tiba di Bandara Hang Nadim, para WNI yang turun pesawat harus menutup mata dan memutar badan lantaran disemprot disinfektan anti virus oleh petugas medis yang menggunakan pakaian khusus berwarna kuning.

Hal tersebut sempat terekam video berdurasi 54 detik. Saat proses penyemprotan vaksin ke tubuh mereka, para WNI tampak memutarkan badan sambil memejamkan mata untuk menghindari disinfektan terkena mata.

Sambil turun dan beberapa nampak tergopoh membawa barang bawaannya, satu persatu WNI tersebut, disemprot anti virus oleh petugas. Nampak terlihat tulisan pada tangki anti virus yang dibawa petugas di belakangnya bertuliskan alkohol.

"Yao jalan, jalan, matanya ditutup, matanya ditutup, sambil jalan mata ya ditutup," kata petugas yang menginstruksikan pada para WNI yang disemprot anti virus saat turun dari pesawat.

Setelah proses penyemprotan anti virus ke tubuh mereka, untuk menghindari penyebaran virus, para WNI selanjutnya dievakuasi menuju Natuna. Mereka diangkut dengan menggunakan tiga pesawat milik TNI AU berjenis Hercules C130 dan Boeing 737-400.

Para WNI tersebut kemudian dibawa menuju Lanud Raden Sadjad Natuna untuk menjalani karantina dan observasi selama 14 hari ataupun hingga mereka benar-benar dinyatakan negatif dari virus Corona.

Dilansir dari liputan6dotcom, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, bahwa dipilihanya Natuna sebagai lokasi isolasi, karena lokasi tersebut jauh dari kawasan permukiman penduduk.

Selain jarak yang jauh dari permukiman, lokasi tersebut juga mempunyai pangkalan militer dengan fasilitas rumah sakit yang dikelola oleh pihak TNI.

"TNI mendukung proses pemulangan warga Indonesia dari Wuhan menuju Indonesia, dengan memberikan sarana dan prasarana untuk mendukung protokol kesehatan yang dijalankan pemerintah," jelas Hadi, Minggu (2/2/2020).