Matias Malvino (kiri) dan Elias Alderete saat dikenalkan sebagai pemain Arema FC (Hendra Saputra)
Matias Malvino (kiri) dan Elias Alderete saat dikenalkan sebagai pemain Arema FC (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Tim pelatih Arema FC senang dengan keberadaan Elias Alderete dan Matias Malvino yang mengikuti serangkaian latihan dengan sangat serius meski mereka baru pertama kali bermain di Indonesia dan masih terkendala komunikasi.

Meski baru menapakkan kaki di Indonesia dan akan mencoba peruntungan di persepakbolaan nasional tapi Elias Alderete dan Matias Malvino sudah menunjukkan kemauan yang tinggi untuk menjadi pemain asing yang bagus.

Menurut asisten pelatih Arema FC Charis Yulianto, Elias Alderete dan Matias Malvino sudah menunjukkan perkembangan yang cukup bagus meski keduanya baru tiba di Malang beberapa hari.

"Kami tim pelatih senang ya dengan Elias dan Matias, mereka sangat serius dalam latihan dan itu bagus. Kalau Bauman dan In-Kyun kan memang sudah paham sepak bola Indonesia," ujar Charis.

Mengenai kendala bahasa yang dialami oleh Elias Alderete dan Matias Malvino, Charis mengaku sedikit terbantu dengan Jonathan Bauman yang bersedia menjadi jembatan bahasa.

"Bauman sudah bersedia menjadi jembatan bahasa, tapi coach Gomez sendiri juga sudah paham karena sama Amerika Latin. Tapi untuk ke pemain lain mungkin melalui Bauman dan ke saya dulu, baru saya sampaikan," ungkapnya.

Disisi lain, Charis juga berharap Elias dan Matias cepat bisa beradaptasi dengan pemain lokal lainnya, karena jadwal terdekat yakni mengikuti Piala Gubernur Jawa Timur 2020.

"Harapan saya mereka segera bisa nyetel dengan pemain lain, karena sebentar lagi kami mengikuti Piala Gubernur, kalau segera nyetel akan lebih baik lagi di kompetisi," pungkasnya. 

Untuk diketahui, saat ini Arema FC memiliki empat pemain asing yakni Matias Malvino (stopper), Oh In-Kyun (gelandang), Jonathan Bauman (second striker) dan Elias Alderete (striker). 

Dari keempat pemain asing itu, In-Kyun dan Bauman adalah dua pemain yang sudah pernah mencicipi kerasnya kompetisi Tanah Air, sementara dua lainnya adalah wajah baru di persepakbolaan nasional.