Kondisi korban yang ditemukan sudah tak bernyawa didalam kamar (ist)
Kondisi korban yang ditemukan sudah tak bernyawa didalam kamar (ist)

MALANGTIMES - Masih ingatkah dengan kasus Angleng Saputra (24)?

Warga Dusun Lotekol Arjowilangun Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang  ini mendadak ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar kos di Perum Sukun Pondok Indah (SIP) Blok C Nomor 3 RT1 RW 7, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang pada Sabtu (1/2/2020). 

Kematian korban menimbulkan banyak pertanyaan. 

Baca Juga : Ditemukan Sepatu, Kaus Kaki, Topi di Dekat Hilangnya Pendaki Gunung di Kota Batu

Hasil penelusuran polisi sementara ini korban diduga tewas karena penyakit yang ia derita.

Kapolsek Sukun Kompol Suyoto menjelaskan dalam laporannya menjelaskan jika korban berdasarkan keterangan keluarga memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan serta penyakit asma.

"Tidak ada tanda-tanda mencurigakan, tanda-tanda kekerasan yang mengarah adanya penganiayaan pada tubuh korban. Diduga meninggal karena sakit," bebernya melalui laporan yang dikirim kepada wartawan, Minggu (2/1/2020)

Selain itu, dari informasi tambahan, korban ini meskipun masih menempuh bangku kuliah namun statusnya telah menikah. Kini korban dituntut sang istri yang meminta cerai.

"Pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan otopsi. Untuk itu kami minta pihak keluarga membuat surat pernyataan menerima kematian korban sebagai sebuah takdir," bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemuda ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kos di Perum Sukun Pondok Indah Blok C Nomor 3 RT 1 RW 7, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Korban pertama ditemukan oleh Alfan teman korban dari Kalipare. 

Saat itu, Jumat (31/1/2020), korban dihubungi melalui telepon, namun tidak menjawab.

Selanjutnya, Sabtu pagi (1/2/2020), teman korban berangkat menuju rumah kos korban.

Sampai di rumah kos korban, Allfan melihat kondisi ruang tetutup rapat oleh pagar namun pintu samping terlihat sedikit terbuka.  

Baca Juga : Lari seperti Kesurupan, Pendaki Hilang di Gunung Buthak Panderman Batu

Dari situlah kemudian ia mulai merasa ada yang tak beres.

Setelah itu Alfan nekat memanjat tembok dan kemudian mengintip melalui jendela samping. 

Ia begitu terhenyak kaget, melihat korban dalam kondisi terlentang tak bernyawa dan mulai mengeluarkan bau yang tak sedap.

Karena merasa janggal, Alfan lantas melaporkan kecurigaannya tersebut kepada Ketua RT setempat. 

Selanjutnya ia menghubungi Ketua RW, dilanjutkan dengan menghubungi Babinsa dan Bhabinkamtibmas diteruskan laporan ke Polsek Sukun

Dari situ, kemudian pukul 14.15 WIB petugas Polsek Sukun yang tiba di lokasi menemukan korban memang telah tergelatak dalam kondisi tak bernyawa. 

Setelah itu jasad korban selanjutnya segera dievakuasi ke RSSA Kota Malang.

Saat ditemukan hidung dan mulut korban didapati telah keluar darah yang cukup banyak dan mulai mengering pada sekitaran wajah korban. 

Saat ditemukan posisi korban juga masih dalam kondisi berselimut dengan tangan sebelah kiri memegang dada.