Wamen Desa PDTT Budi Arie Setiadi (berjabat tangan sebelah kanan) saat berfoto bersama Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Wamen Desa PDTT Budi Arie Setiadi (berjabat tangan sebelah kanan) saat berfoto bersama Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dalam hitungan beberapa bulan ke depan, pesta demokrasi resmi diselenggarakan di beberapa daerah termasuk Kabupaten Malang. Masyarakat bakal dituntut untuk menentukan siapa pemimpin selanjutnya untuk masa jabatan 5 tahun ke depan.

Dari pantauan wartawan, beberapa atribut mulai dari baner hingga spanduk sudah mulai bertebaran di beberapa titik yang ada di Kabupaten Malang. Mulai dari Siadi hingga Sri Untari yang maju melalui akomodasi partai mulai mengambil ancang-ancang untuk memenangkan Pilbup (Pemilihan Bupati).

Selain dari kendaraan partai, ada juga beberapa tokoh yang memilih bertempur melalui jalur independen. Salah satunya Heri Cahyono atau yang akrab disapa Sam HC.

Desas-desus siapa kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Malang kian santer berhembus. Bahkan petahana, HM Sanusi yang sempat menjabat sebagai Plt (Pelaksana Tugas) Bupati dan kini telah resmi menggantikan Rendra Kresna sebagai Bupati Malang, juga akan bertarung di Pilbub 2020.

Saat disinggung soal isu politik, Wamen (Wakil Menteri) Desa PDTT (Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), Budi Arie Setiadi, menganggap jika incumbent (petahana) memiliki peluang tinggi untuk memenangkan kontestasi Pilbup di Kabupaten Malang pada 2020 ini. ”Tidak ada hubungannya dengan kunjungan kita (Kementrian PDTT RI), Tapi saya merasa getaran hatinya agak sama, chemistry-nya dengan pasangannya,” kata Budi Arie Setiadi saat ditemui usai menghadiri agenda Sharing dan dialog bersama penggiat BUMDes di Kabupaten Malang, Sabtu (1/2/2020).

Siapa pasangan yang dimaksud?. Budi memilih untuk tidak menjelaskan secara gamblang. Namun pihaknya mengaku jika sosok yang dimaksud ada saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Pendopo Kabupaten Malang, yang berlokasi di Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen hari ini (Sabtu 1/2/2020). ”Lha ini kan ada semua, orangnya tampil, kamu tebak sendiri orangnya ada di sini semuanya,” celetuk Budi dengan nada gurauan.

Apakah petahana?. Budi tetap ngotot jika sosok yang dia maksud ada di dalam satu panggung saat dirinya melakukan sambutan ketika berdialog dengan penggiat BUMDes di Kabupaten Malang. ”Pokoknya ada di sini semua tadi, dan tanpa dahului yang atas (Tuhan), ini pasti. Karena kerja untuk rakyat, incumbent itu rumusnya pasti menang kalau dia benar. Dalam politik itu incumbent itu kalah kalau dia tidak benar, pasti. Tapi kalau dia benar, gak usah ngapa-ngapain, pasti (menang),” jelas Budi.

”Orang 5 tahun dia udah kampanye, logikannya kan gitu,” sambung Budi sembari meninggalkan awak media saat dirinya diajak foto bersama dengan para penggiat BUMDes.

Ditemui di saat bersamaan, Bupati Malang HM Sanusi, memilih irit bicara soal adanya dugaan konsolidasi politik dari kunjungan kerja Wamen Desa PDTT ke Kabupaten Malang. Bahkan, Sanusi terkesan ogah sepaham jika pertemuan hari ini (Sabtu 1/2/2020) dianggap sebagai upaya untuk konsolidasi politik. ”Tidak ada kaitannya dengan politik,” kata Sanusi singkat.