Kemacetan ang terjadi dikawasan Kedungkandang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kemacetan ang terjadi dikawasan Kedungkandang (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tol Malang-Pandaan (Mapan) bakal segera beroperasi penuh dengan dibukanya akses masuk Kota Malang melalui exit tol Madyopuro. Seksi V Tol Mapan ini menjadi yang terakhir dibuka setelah seksi-seksi lainnya bisa dilalui pengendara. 

Untuk mengantisipasi adanya kepadatan dan kemacetan di sekitar pintu masuk dan keluar tol, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sudah bersiap. Rencananya, pihak dishub baka memberlakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik.

Sekretaris Dishub Kota Malang Agoes Mulyadi menyampaikan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan di kawasan Madyopuro dan Sawojajar hingga menuju kawasan Terusan Sulfat. Beberapa rambu lalu lintas juga akan segera dipasang untuk mengantisipasi adanya kemacetan saat exit Madyopuro difungsikan.

"Traffic light (TL) yang ada kembali difungsikan, terus juga ada penambahan TL di beberapa titik," katanya.

Agoes menjelaskan, ada beberapa kawasan yang menjadi fokus rekayasa lalu lintas. Di antaranya kawasan persimpangan Ranugrati dan Sawojajar. Pasalnya, di hari-hari biasa pun titik tersebut kerap terjadi kemacetan. 

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di sekitar jalan kembar di Ruko WOW Sawojajar. Nantinya, dua jalur itu akan diterapkan sistem satu arah. Sehingga, kondisinya nanti akan berbeda dengan saat ini.

Nantinya, kendaraan yang melaju dari Jembatan Ranugrati menuju Jalan Danau Toba, diharuskan belok kiri menuju Jalan Raya Sawojajar atau jalan kembar depan Ruko Wow. Begitu juga sebaliknya, lajur yang berada di ruko WOW akan diberlakukan satu arah saja.

Saat ini, proses rekayasa lalin tersebut masih terus disiapkan. Beberapa rambu lalu lintas seperti rambu-rambu putar balik akan dipasang di area jalan kembar Ruko Wow. Kemudian TL di Jalan Raya Sawojajar akan digeser ke Ruko WOW.

"Tapi itu statusnya masih jalan pengembang. Pengembang sudah komunikasi dengan Pak Wali Kota. Akan segera diserahkan dan segera diterapkan skema rekayasa lalin tersebut," jelas Agoes.

Selanjutnya untuk rekayasa lalin di kawasan Terusan Sulfat hingga Jalan Sulfat, akan dipasang TL baru untuk mengatur lalu lintas. Kemudian juga akan ada pelebaran mulut simpang di kawasan perempatan Sulfat, baik yang mengarah ke Mojolangu maupun Bunul.

Rencananya, pelebaran mulut persimpangan tersebut akan dikerjakan Dinas PUPR Kota Malang pada 2020 ini. Ketika sudah dikerjakan, dia optimis rekayasa lalu lintas akan berjalan maksimal. Sehingga kepadatan kendaraan dan kemacetan bisa diminimalkan.

"Tapi rekayasa lalin yang kami siapkan saat ini masih akan disempurnakan setelah master plan exit Madyopuro keluar. Nanti akan disesuaikan, mana saja yang bisa diterapkan," pungkas dia.