Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadinparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara (Foto: Ima/MalangTIMES)
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadinparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mencuatnya virus Corona di Wuhan, China, membuat tempat wisata di beberapa daerah memperketat pintu masuk. Tak terkecuali tempat-tempat wisata di Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadinparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara menyampaikan, pihaknya sudah memberikan edaran ke pengelola untuk melakukan beberapa SOP.

"Kami sudah memberikan edaran dari Kemenpar (Kementerian Pariwisata) untuk upaya pencegahan. Udah kami share kepada teman-teman untuk melakukan apa yang sudah dilakukan oleh Kemenpar," katanya saat ditemui di Guest House Universitas Brawijaya (UB).

Surat edaran tersebut berisi SOP agar tempat wisata lebih berupaya menjaga kebersihan dan melihat siapa tamu yang datang.

"Ditanya dari mana mereka datang, yang asing utamanya. Kalau memang dari China ya ada sedikit pertanyaan yang lebih menjurus. Asal dari mana, kemudian mereka sebelumnya ke mana," terang Made.

"SOP itu yang sudah kita berikan kepada mereka," imbuhnya.

Made menambahkan, selama ini wisatawan dari China tidak banyak yang berlibur ke Kabupaten Malang. Karena yang menjadi idola para wisatawan China justru adalah Manado, Medan, dan Kalimantan.

"Kita melihat bahwa untuk wisatawan China di Kabupaten Malang itu nggak begitu banyak," katanya.

Meski begitu, tentu ada wisatawan dari China. Kebanyakan tujuan mereka adalah ke Gunung Kawi. Satu tahunnya, jumlahnya sekitar 1000 wisatawan China.

"Setelah wabah ini saya belum ngecek (jumlahnya). Karena baru 1 bulan ini, mungkin setelah 3 bulan kita baru tahu. Tapi isu ini membuat dunia pariwisata turun," timpalnya.

Para wisatawan dari China yang ke Kabupaten Malang, kata Made, kebanyakan dari Kota Hongkong. 

Sementara wisatawan mancanegara lainnya kebanyakan dari Perancis dan Jerman dengan tujuan Bromo.

"Tapi sekarang Bromo ditutup selama 1 bulan karena alasan pelestarian alam. Itu mestinya  sangat mengurangi," tandasnya.

Untuk wisata pantai di Kabupaten Malang sendiri paling banyak didatangi oleh wisatawan nusantara (wisnus).