Jejak Kerajaan Majapahit yang kaya kembali diungkit energinya untuk masa depan masyarakat Jatim (Ist)
Jejak Kerajaan Majapahit yang kaya kembali diungkit energinya untuk masa depan masyarakat Jatim (Ist)

MALANGTIMES - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyebut kejayaan Kerajaan Majapahit dalam sebuah acara yang dihadiri oleh perwakilan kabupaten/kota, Senin (27/1/2020) malam kemarin.

Penyebutan Kerajaan Majapahit dalam rangka melihat ke belakang terkait kejayaannya serta bisa dijadikan motivasi bagi kabupaten/kota di Jatim untuk terus membangun. Serta meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya.

Seperti diketahui, era keemasan kerajaan Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk (1350-1389) telah memposisikannya sebagai kemaharajaan raya dengan menguasai wilayah yang luas di nusantara. Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura) dan sebagian kepulauan Filipina.

Letak Kerajaan Majapahit yang berpusat di Jatim saat ini, yang menjadikan rujukan kuat bahwa wilayah yang kini dipimpin Khofifah bisa meneruskan jejak keemasannya. Khususnya di bidang ekonomi dimana di era Majapahit perekonomian tumbuh pesat dan maju. 

Hal ini dituliskan oleh Wang Ta-Yuan, pedagang Tiongkok, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua, sedangkan komoditas impornya adalah mutiara, emas, perak, sutra, barang keramik, dan barang dari besi.  

Selain itu, catatan Odorico da Pordenone, biarawan Katolik Roma dari Italia yang mengunjungi Jawa pada tahun 1321, menyebutkan bahwa istana raja Jawa penuh dengan perhiasan emas, perak, dan permata.

Catatan itu menunjukkan kemakmuran Majapahit yang ada di Jatim telah maju dan jadi incaran negara-negara lainnya. Kemakmuran itu menurut Miller, Didier (August 2003) John Miksic, ed. melalui buku Indonesian Heritage Series: Ancient History, dikarenakan Majapahit memiliki lembah Sungai Brantas dan Bengawan Solo yang dikembangkan untuk kepentingan pertanian. Serta pelabuhan-pelabuhan Majapahit di pantai utara Jawa berperan penting sebagai pelabuhan pangkalan untuk mendapatkan komoditas rempah-rempah Maluku. 

Majapahit telah menjadi sumber inspirasi kejayaan masa lalu bagi bangsa-bangsa Nusantara pada abad-abad berikutnya. Serta tentunya bisa disadap energi besar kejayaannya itu di masa kini.

Jejak keemasan Majapahit yang lahir setelah redupnya Kerajaan Singhasari inilah yang dimungkinkan jadi referensi untuk mengungkit potensi besar Jatim saat ini.

Salah satu yang dipacu dengan kejayaan Majapahit adalah Malang Raya, khususnya Kabupaten Malang. Dimana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memiliki rencana induk dan rencana detail Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi (KSPP).

Dimana, secara khusus pula Khofifah bersama rombongan meninjau pembangunan di jalur lingkar selatan (JLS) Malang Raya, beberapa hari lalu.

Tak hanya meninjau JLS serta ditindaklanjuti dengan rencana pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata Malang Selatan. Khofifah pun secara langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait JLS.

"Dari paparan beliau memang pembangunan JLS yang ada di wilayah Kabupaten Malang terus digenjot dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan perputaran ekonomi yang lebih maksimal. Beliau juga memang menyinggung terkait Majapahit dalam pertemuan itu," ucap Armand Erlangga Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Selasa (28/1/2020).

Keseriusan untuk mengangkat kejayaan Jatim, khususnya pembangunan di JLS juga telah disampaikan ke Jokowi. "Beliau mengatakan, bahwa JLS di wilayah kita sangat potensial sekali bila jalurnya telah representatif. Karena itu pembangunannya jadi prioritas Pemprov Jatim," ujar Armand.

Khofifah pun menyebutkan, melalui Armand, bahwa Malang Selatan yang kaya pantai juga menjadikan wilayahnya berpotensi luar biasa.
"Setiap 500 meter (m) siapapun akan disuguhi pantai berbeda dengan ciri dan karakternya yang juga berbeda di Malang Selatan. Itu juga disampaikan ibu Gubernur," ujarnya.

Maka, dengan potensi itu pula Pemkab Malang yang juga memiliki jejak paling awal dalam konteks kerajaan dengan Singhasarinya yang kini masih bisa dilihat peninggalannya. Serta diteruskan oleh Kerajaan Majapahit yang raja pertamanya juga masih keturunan darah dari Ken Angrok, yaitu Raja Wijaya  (1293-1309 M), memiliki potensi besar untuk menggeliat dan melompat tinggi dalam mewujudkan kejayaan bagi masyarakatnya.

Sehingga berbagai jejak dua kerajaan besar di Jatim, Singhasari dan Majapahit pun tak hanya berhenti di buku sejarah ataupun berbagai candi dan arca saja. Tapi, bisa kembali dijadikan pijakan kuat bagi Kabupaten Malang khususnya untuk mewujudkan harapan besar itu.