Petugas saat membuat sumur injeksi di kawasan perkantoran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kota Malang. (Muslimin/MalangTIMES)
Petugas saat membuat sumur injeksi di kawasan perkantoran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kota Malang. (Muslimin/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sumur injeksi menjadi salah satu program yang digalakkan Pemerintah Kota Malang untuk menanggulangi banjir. Keberadaan sumur injeksi ini diyakini mampu menekan genangan air hingga 40 persen. 

Meski tak mencapai angka 100 persen, keberadaan sumur injeksi disebut dapat berjalan maksimal saat dipasang di berbagai area yang menjadi titik genangan air saat musim hujan.

Baca Juga : Jamin Nasib Tenaga Kerja, Disnaker-PMTSP Kota Malang Ajukan Skema Jaring Sosial

Inisiator sekaligus pemegang hak paten Sumur Injeksi, Prof Dr Ir M Bisri MS menyampaikan, sumur injeksi paling bagus dipasang di area yang sering terdapat genangan. Hasilnya akan lebih maksimal ketika sumur injeksi dibangun dan menjadi penunjang dari saluran air atau drainase.

"Jadi nggak bisa kalau hanya sumur injeksi, akan lebih baik jika tetap ada drainase," kata Prof Bisri usai melakukan pembuatan sumur injeksi perdana di halaman kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kota Malang, Selasa (28/1/2020).

Mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang ini menyampaikan, cara membuat sumur injeksi sangatlah mudah. Yaitu dengan membuat lubang berbentuk lingkaran dengan diameter dan kedalaman sumur yang menyesuaikan kondisi lingkungan. Kedalaman sumur berkisar antara 10 meter hingga 100 meter.

Untuk jumlah sumur injeksi yang perlu dibuat dalam sebuah pemukiman, Bisri menyampaikan jika hal itu harus melalui tahap penghitungan. Idealnya adalah bergantung volume air, dengan penghitungan luas lahan dikalikan tinggi genangan. Dari situ akan muncul berapa banyak sumur injeksi yang dibutuhkan.

"Tapi perlu digarisbawahi lagi, harus ada kombinasi dengan saluran air. Minimal 40 persen banding 50 persen," tambah dia.

Bisri juga menegaskan, jika jarak antar sumur injeksi tidak dipermasalahkan. Karena yang paling utama adalah membangun sumur injeksi di area yang sering banyak terjadi genangan. Bahkan pada median jalan sekalipun, sangat memungkinkan untuk dibuatkan sumur injeksi.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Selain dapat mengurangi genangan atau banjir, menurutnya sumur injeksi akan berperan besar dalam memelihara suhu udara. Hal itu juga sudah terbukti di Kampung Glintung Go Green (3G). Di area tersebut, penurunan suhu bisa mencapai empat derajat Celcius.

"Jadi bisa membuat lebih dingin, dan airnya saat kemarau bisa dimanfaatkan untuk siram-siram. Karena fungsi sumur injeksi bukan hanya menyerap air, tapi juga menabung air," terangnya lagi.