Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (tengah) didampingi Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto (kiri) dan inisiator sumur injeksi Prof Dr Ir M Bisri MS (kanan) saat hendak membuat sumur injeksi di Kantor DPUPRKP. (Muslimin/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (tengah) didampingi Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto (kiri) dan inisiator sumur injeksi Prof Dr Ir M Bisri MS (kanan) saat hendak membuat sumur injeksi di Kantor DPUPRKP. (Muslimin/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengeluarkan strategi baru untuk menangkal banjir dan musibah genangan yang selalu datang saat musim hujan. Seluruh kelurahan di Kota Malang, mulai diwajibkan memiliki sumur injeksi. 

Sumur khusus dengan kedalaman tertentu itu, sudah mulai dibangun itu bakal diterapkan di berbagai area. Mulai dari kawasan perumahan dan permukiman, taman, hingga area perkantoran.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan, penerapan sumur injeksi diyakini mampu mengurangi volume banjir. Itu sebabnya, sejak saat ini masing-masing kelurahan diharapkan mulai membangun sumur injeksi, terutama pada titik yang selalu ada genangan saat hujan datang.

"Kami sampaikan, agar setiap kelurahan memiliki minimal 10 hingga 15 sumur injeksi. Nanti dalam APBD 2021 agar diusulkan 15 hingga 20 sumur injeksi," katanya. Instruksi itu disampaikan usai melakukan pembuatan sumur injeksi perdana di halaman kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kota Malang, Selasa (28/1/2020).

Pria yang akrab disapa Bung Edi itu menyampaikan, Kota Malang saat ini mengalami perkembangan yang signifikan sebagai kota besar. Sehingga, masalah lingkungan menjadi tantangan terbesar yang selama ini banyak menghantui.

"Salah satu problem lingkungan seperti banjir dan genangan air," imbuhnya.

Selama ini, lanjut Bung Edi, berbagai gerakan telah dilakukan. Di antaranya melalui Gerakan Angkut Sampah Sedimen (GASS) hingga gerakan buang sampah pada tempatnya. Dengan adanya gerakan baru yaitu sumur injeksi, diharapkan masalah banjir dan genangan air tak lagi terjadi di Kota Malang.

Dengan kepadatan Kota Malang, menurutnya sumur injeksi memang harus diperbanyak. Ketika diperbanyak, maka penanganan genangan air juga dapat berjalan maksimal. Selain digerakkan pemerintah, dia juga berharap agar masyarakat turut serta secara swadaya.

"Pemkot Malang sudah ada Perda Konservasi Air. Salah satu poinnya adalah untuk membuat sumur resapan hingga pengelolaan lingkungan hingga di kawasan perumahan dan permukiman," tambah politisi Golkar itu.

Sementara itu, Kepala DPUPRKP Kota Malang Hadi Santoso menambahkan, keberadaan sumur injeksi diyakini mampu mengurangi genangan secara signifikan. Hal itu terlihat dari beberapa praktik yang sudah dilakukan terlebih dulu. 

Dengan diawali pembuatan di area perkantoran DPUPRKP, diharapakan kawasan perkantoran hingga ruang publik lainnya akan dapat mengikuti.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

"Pemasangan pertama kami letakkan di titik terendah. Area tersebut selama ini selalu banjir atau terdapat genangan saat hujan. Nanti bisa kita lihat, apakah lebih cepat menyerap atau justru menampung air banyak," katanya.

Pria yang akrab disapa Sony itu juga menyampaikan, DPUPRKP sangat siap mendampingi masyarakat dan kelurahan yang hendak membuat sumur resapan. Pasalnya, anggaran untuk pembuatan sumur injeksi ini sendiri melekat di masing-masing kelurahan.

"Anggaran tidak disediakan di kami, tapi kami siap memberi pendampingan kepada masyarakat dan kelurahan yang hendak membuat sumur injeksi," tambah Sony.

Lebih jauh disampaikan, saat ini DPUPRKP telah memiliki data berkaitan dengan titik genangan. Nantinya, titik yang sering terjadi genangan itu akan diprioritaskan untuk bisa dibangun. "Kami sudah ada datanya, titik yang paling sering ada genangan akan jadi prioritas," tegas dia.

Sebelum melakukan gerakan membuat sumur injeksi, selama ini kawasan perumahan dan permukiman di Kota Malang menurutnya juga telah diwajibkan membuat sumur resapan. Sumur resapan ini sendiri fungsinya berbeda dengan sumur injeksi. 

Bedannya, sumur resapan dibuat untuk menyerap air limbah rumah tangga, sedangkan sumur injeksi hanya diperuntukkan menampung air hujan. "Dan sumur injeksi ini memang sangat cukup efisien," pungkasnya.