Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kenakan baju keki dan kacamata) saat meninjau pelaksanaan tes CPNS di Kota Malang. (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kenakan baju keki dan kacamata) saat meninjau pelaksanaan tes CPNS di Kota Malang. (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko meninjau langsung pelaksanaan hari kedua tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS yang diselenggarakan di Kota Malang. Dalam tinjauan yang dilakukan, pria yang akrab disapa Bung Edi itu mendapatkan laporan unik. Pasalnya, ada salah seorang peserta yang dilaporkan kedapatan membawa barang menyerupai jimat.

Bung Edi menyampaikan, alat menyerupai jimat tersebut didapat saat petugas melakukan pemeriksaan melalui alat detektor. Lantaran masuk dalam kategori barang yang tak boleh dibawa masuk ke dalam area tes, maka barang bawaan peserta tersebut tidak diperkenankan  dibawa masuk.

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

"Ada beberapa. Itu kemarin temuannya. Mungkin itu bentuk ikhtiar, tapi itu dilarang dibawa masuk karena dilarang," kata wawali, lalu  tersenyum.

Selain menemukan peserta yang membawa alat serupa jimat,  juga terdapat beberapa peserta yang lolos administrasi namun tak datang. Hal itu pun ia maklumi dan berharap agar peserta yang tak hadir sudah memiliki pekerjaan atau pilihan lain. "Kalau yang tidak hadir, itu pasti ada," tambah politisi Golkar itu.

Sementara berkaitan dengan pelaksanaan tes SKD, pria berkacamata ini menyampaikan  semua berjalan lancar. Pasalnya, perlengkapan yang digunakan sudah cukup canggih dan memenuhi kualifikasi yang ditentukan. Selain itu, soal yang disuguhkan untuk masing-masing peserta  berbeda.

"Jadi, nanti hasilnya adalah murni kemampuan para peserta itu sendiri. Semoga nanti jadi PNS yang berkualitas dan berintegritas," tambah wawali.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang Anita Sukmawati menambahkan, pelaksanaan tes SKD CPNS yang digelar di Kota Malang berlangsung sejak 27 Januari 2020 hingga 2 Februari 2020 mendatang. Jumlah peserta mencapai 9.198 orang untuk mengisi berbagai formasi.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Selain Kota Malang, peserta yang ikut serta juga peserta yang lolos seleksi administrasi tes CPNS Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Pelaksanaan tes SKD CPNS tersebut dibagi dalam empat sesi hingga lima sesi. Bergantung pada situasi dan kondisi.

Sementara untuk perlengkapan, telah disediakan sekitar 290 laptop dan 30 laptop cadangan. Anita pun menegaskan, ujian berbasis komputer itu dipastikan mengutamakan keterbukaan. Sehingga dia meminta agar masyarakat tak percaya dengan informasi tak benar yang menyebut jika siapa pun bisa lolos CPNS dengan membayarkan sejumlah rupiah kepada oknum yang tak bertanggung jawab.

"Jadi, semua murni kemampuan peserta itu sendiri. Jangan percaya jika ada yang bilang kasih uang nanti lolos CPNS. Itu tidak benar karena semua dilakukan dengan sangat terbuka," pungkas Anita.