Pembangunan wilayah Malang Selatan terus dikebut, baik sisi infrastruktur jalan sampai fasilitas pendukung pariwisata oleh Pemprov Jatim. (Foto: Istimewa)
Pembangunan wilayah Malang Selatan terus dikebut, baik sisi infrastruktur jalan sampai fasilitas pendukung pariwisata oleh Pemprov Jatim. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) di kawasan Malang Selatan, terus ditingkatkan. Khususnya, terkait pembangunan di sepanjang kawasan selatan yang memiliki ratusan destinasi wisata memukau yang masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi (KSPP).

Pembangunan KSPP Malang Selatan ini telah masuk dalam Rencana Induk dan Rencana Detail Kawasan Pemprov Jatim. Sehingga, pembangunan pariwisata Malang Selatan dengan rangkaian pantai indahnya sepanjang 102 kilometer (Km) yang selama ini terkesan belum maksimal akan berubah total.

Kepala Seksi Destinasi Wisata Alam Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim Suwondo menegaskan terkait pembangunan di kawasan Malang Selatan.

"Kita telah memiliki konsep besar untuk membangun pariwisata di wilayah selatan. Tahun 2020 pembangunan sudah bisa dieksekusi," ucapnya dalam focus group discussion (FGD) yang menggandeng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang.

Beberapa bocoran untuk pembangunan kawasan Malang Selatan dalam acara itu disampaikan juga oleh Suwondo. Rencananya, Pemprov akan membangun berbagai fasilitas penunjang pariwisata di wilayah itu. Seperti renovasi lahan parkir, pembangunan food court, panggung atraksi dan lainnya.

Tak ketinggalan adalah peningkatan di sektor aksesbilitas di kawasan selatan. Baik berupa perbaikan marka dan rambu-rambu lalu lintas sampai kondisi  jalan di wilayah itu.

"Ini jadi bagian dari Rencana Induk dan Rencana Detail KSPP. 2020 saya optimis bisa dieksekusi," ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa poin-poin dalam rencana induk dan rencana detail itu sebenarnya juga telah lama menjadi fokus perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Sayangnya, keterbatasan anggaran daerah selama ini membuat pembangunan fasilitas pendukung pariwisata Malang Selatan masih belum maksimal.

Misalnya, terkait kelengkapan marka dan rambu-rambu lalu lintas yang setiap tahun diajukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang. Tapi, kerap tertolak dikarenakan anggaran. Atau berbagai penambahan fasilitas pendukung lainnya di berbagai destinasi wisata pantai Malang Selatan yang membuat Pemprov Jatim terpesona.

Suwondo juga menyampaikan, tak hanya pembangunan fisik yang jadi fokus perhatian Pemprov Jatim dalam pembangunan di kawasan selatan. Melainkan juga pembangunan non fisik yang menjadi penting juga untuk diperhatikan oleh seluruh pemangku kebijakan.

"Kita juga akan fokus terkait itu. Khususnya terkait peningkatan kesadaran dan pengetahuan dari para pengelola wisata di Malang Selatan. Ini menjadi penting sekali, karena tanpa adanya sumber daya manusia (SDM) pengelola atau masyarakat sekitar, maka tujuan besar pariwisata juga tak akan tercapai," urainya.

Keamanan, kenyamanannya, dan kebersihan menjadi bagian yang harus terus ditingkatkan di Malang Selatan. Sehingga potensi alam berupa barisan pantai indah yang ada di sana pun semakin optimal dengan terwujudnya kondisi itu.

Tak heran, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang sempat melihat secara langsung berbagai proses pembangunan di jalur lingkar selatan (JLS) serta mencicipi keindahan berbagai pantai yang ada di Malang Selatan juga menyampaikan hal senada.

"Kebersihan perlu dijaga di seluruh destinasi pariwisata ini. Karena itu saya juga mengimbau untuk sama-sama bergerak terkait itu. Selain tentunya keamanan dan kenyamanan para wisatawan," ucapnya.

Khofifah juga berharap banyak pembangunan di wilayah selatan yang sedang berjalan saat ini bisa sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Sehingga sisi manfaatnya bagi masyarakat dan tentunya pemerintah daerah bisa dirasakan secara cepat juga.

"Goal pembangunan adalah adanya produktivitas masyarakat yang meningkat dan berhubungan dengan perekonomian yang naik juga. Karena itu saya meninjau proyek JLS ini agar sesuai target," ujarnya. 

Khofifah menyebut, sampai saat ini JLS di seksi 8 dan 9 telah selesai sepanjang 382 Km dari total 684 Km. Sedangkan yang tengah dibangun saat ini sepanjang 72 Km dan sisanya masih dalam proses pembebasan lahan. Total hampir separo atau tepatnya sepanjang 30 Km sudah selesai pembebasan lahannya.

Pembangunan JLS itulah yang akan beriringan juga dengan fasilitas pendukung wilayah selatan di tahun 2020 ini. Sehingga diharapkan wilayah Malang Selatan yang memiliki potensi luar biasa di sisi pariwisata benar-benar bisa dimaksimalkan ke depannya.