Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (tengah) saat akan mencoba proses penggilingan kacang kedelai di Omah Tempe di Dusun Karangjambe, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (tengah) saat akan mencoba proses penggilingan kacang kedelai di Omah Tempe di Dusun Karangjambe, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wisata Edukasi Kampung Tempe merupakan edukasi pertama dan satu-satunya yang ada di Kota Batu. 

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Karena itu wisata edukasi ini menjadi prioritas pengembangan Pemdes Beji tahun 2020.

“Wisata edukasi ini menjadi prioritas pembengan Pemdes Beji,melihat di sana banyak pelaku usaha home industry,” kata Kepala Desa Beji, Deny Cahyono.

Jika wisatawan tertarik dengan wisata ini akan memberikan edukasi yang menarik. Lalu apa yang diberikan dalam edukasi ini? 

Di sana nanti pada tahap pertama diberi edukasi dengan membersihkan kacang kedelai. 

Setelah biji kacang kedelai dicuci bersih, berikutnya adalah merendam biji kacang kedelai dengan air bersih.

Tujuannya untuk menyortir kembali biji kacang kedelai yang kualitas baik. Atau dilakukan dengan penggilingan biji kacang kedelai untuk mempermudah pemisahan kulit kacang. 

Langkah berikutnya setelah biji kacang kedelai sudah bersih taruh ke dalam panci besar dan direbus selama 3 jam. 

Setelah 3 jam berlalu proses pendinginan biji kacang kedelai yang sudah direbus dimulai.

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Jika sudah biji kacang kedelai dilettakan di tempat yang memiliki permukaan datar dan lebar. 

Kemudian dilakukan peragian pada biji kacang kedelai secara merata. 

Lalu memasukkan biji kacang kedelai yang sudah diberi ragi pada kantong plastik. 

Untuk mendapatkan tempe yang baik, waktu yang dibutuhkan untuk proses fermentasi adalah 2 hari dengan suhu kamar. 

Tertarik dengan wisata edukasi ini? Wisatawan yang ingin menjajalnya bisa datang ke Desa Beji, Kecamatan Jurejo.

“Dengan prioritas pengembangan tahun ini, semoga ke depan edukasi ini bisa jadi jujukan wisatawan dan berbagai daerah. Karena akan dikemas dengan menarik,” tutupnya.