Para pegawai DPUPRPKP yang memakai baju daerah setiap Kamis (DPUPRPKP)
Para pegawai DPUPRPKP yang memakai baju daerah setiap Kamis (DPUPRPKP)

MALANGTIMES - Memperkuat kecintaan terhadap budaya, serta sebagai salah satu bentuk pendidikan penguatan karakter, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), setiap hari Kamis mewajibkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh pegawai mengenakan atau berpakaian baju adat daerah.

Sekretaris DPUPRPKP Kota Malang Ir. Sumardi Mulyono menjelaskan, memang siapapun berhak untuk meniru atau mencontoh sesuatu hal positif dari manapun dan siapapun. Selain itu, mengikuti perkembangan zaman, baik dalam bidang teknologi atau yang lainnya, tentu merupakan sebuah keniscayaan.

Akan tetapi, kembali lagi, jika harus tetap ingat dan kembali lagi bangga dengan budaya yang mereka miliki. Nilai-nilai luhur maupun nilai-nilai budaya harus tetap ada di dalam diri.

"Untuk di Kota Malang ia menyebut pakaian yang dikenakan khusus untuk khas Jawa. Artinya harapan kami itu mencerminkan budaya Jawa. Dan ini untuk menguatkan bahwa karakter harus dikuatkan dari lokasi maupun tindakan langsung," jelasnya.

Lanjutnya, program ini sendiri merupakan imbauan dan anjuran dari orang nomor satu di Kota Malang, yakni Wali Kota Malang, Sutiaji. Sehingga bukan hanya di lingkungan DPUPRPKP saja yang menerapkan untuk kewajiban ASN berpakaian adat setiap hari Kamis.

"Untuk semuanya, bukan hanya ASN, sehingga kami harapkan hal ini membawa dampak positif bagi penguatan karakter dan kecintaan terhadap budaya sendiri," paparnya.

Sementara itu, seperti yang diberitakan sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji, melalui Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko, mengungkapkan, jika kewajiban berpakaian adat ini telah sesuai dengan surat edaran dari wali kota.

"Iya, jadi untuk ASN Pemkot Malang sesuai surat edaran dari Pak Wali Kota memakai baju tradisional yang berbudaya Jawa. Kita boleh maju, boleh berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Tapi, nilai-nilai budaya, nilai-nilai luhur, nilai-nilai bangsa harus tetap ada dalam dada kita. Jangan sampai kita kehilangan jati diri," pungkasnya.