Ketua Bawaslu Kabupaten Malang M Wahyudi menyampaikan telah mengundang balon dari ASN untuk dimintai keterangan (Ist)
Ketua Bawaslu Kabupaten Malang M Wahyudi menyampaikan telah mengundang balon dari ASN untuk dimintai keterangan (Ist)

MALANGTIMES - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang, mulai bergerak untuk memastikan netralitas para bakal calon (balon) dalam perhelatan demokrasi lima tahunan di tingkat daerah. Khususnya, kepada para balon dari unsur aparat sipil negara (ASN) yang mendaftar ke berbagai partai politik, beberapa bulan ke belakang. 

Seperti diketahui, ada nama-nama ASN aktif yang ikut dalam pendaftaran itu. Misalnya, Didik Budi Muljono yang menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang dan mendaftar di gerbong PDI Perjuangan, kemudian ada juga Umar Usman yang juga Ketua PC NU Kabupaten Malang.

Keberadaan ASN aktif inilah yang jadi perhatian Bawaslu, sehingga untuk menjaga netralitas, para balon itu pun dipanggil untuk memberikan keterangan. Tapi, sayangnya Umar yang merupakan ASN di Kota Malang, belum memberikan responnya atas undangan Bawaslu. "Tiga kali kita undang secara resmi, tapi tak ada jawaban atau datang ke kantor kami," ucap M Wahyudi Ketua Bawaslu Kabupaten Malang.

Padahal, undangan yang bertujuan untuk memberikan keterangan para balon ASN ikut dalam kontestasi politik merupakan amanah Undang-Undang  Nomor 5 Tahun 2014, dan diturunkan juga di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 tahun 2014, serta Surat Edaran Bawaslu RI terkait netralitas ASN.

Umar mangkir walau tiga kali diundang oleh Bawaslu yang memiliki kewenangan untuk mengklarifikasi para balon ASN. "Kita akan buat rekomendasi berdasarkan kajian yang sudah ada terkait itu," ujar Wahyudi yang menambahkan, pihaknya tak bisa menentukan sanksi pelanggaran dengan mangkirnya Umar atas undangan yang dilayangkannya. 

Rekomendasi yang akan dibuat Bawaslu itu nantinya akan dikirim ke Komisi ASN melalui Bawaslu Provinsi Jawa Timur (Jatim). Yakni dengan batas waktu tiga hari setelah adanya pemeriksaan kepada para balon dari ASN.

Berbeda dengan undangan yang dilayangkan ke Didik Budi oleh Bawaslu. Dalam undangan pertama, Didik langsung datang untuk memberikan keterangan atas keikutsertaannya mendaftar menjadi balon, Kamis (23/1/2020) malam kemarin. Hal ini dibenarkan oleh Wahyudi, yang menyampaikan, Didik langsung merespons surat dari pihaknya. "Beliau meresponsnya langsung, sehingga kami tak perlu melayangkan surat kedua kalinya," tandasnya.