Rencana Mengolah Air Baku Sungai Lesti Diseriusi Perumda Tirta Kanjuruhan, Berikut Rencana Taktisnya

Jan 24, 2020 18:08
Bupati Malang Sanusi (2 dari kanan) dan Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi saat melihat rumah kimia pengolahan air sungai jadi air bersih layak konsumsi di Banjarbaru (Pemkab Malang for MalangTimes)
Bupati Malang Sanusi (2 dari kanan) dan Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi saat melihat rumah kimia pengolahan air sungai jadi air bersih layak konsumsi di Banjarbaru (Pemkab Malang for MalangTimes)

MALANGTIMES - Kajian atas potensi air sungai Lesti yang secara geografis terletak antara 07°45′48″LS dan112°35′48″BT, serta mempunyai luas sebesar 58.385 hektar (ha) semakin diseriusi oleh Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang.

Baca Juga : Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19 Mulai Disalurkan, Pemkot Malang Buat Skema Baru

Seperti diketahui, Oktober 2019 lalu, Perumda Tirta Kanjuruhan telah melakukan survei di sungai Lesti dalam upaya mengatasi kekeringan di wilayah Malang Selatan. 

Hasil survei yang langsung diikuti orang nomor satu di Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, sungai Lesti memiliki potensi air berlimpah.

Hanya, dibutuhkan pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) saja. Maka problematika tahunan yang hinggap di Malang Selatan, yaitu kekeringan akut bisa teratasi.

Sayangnya, potensi melimpahnya air sungai Lesti tak seiring dengan anggaran. Sehingga membuat Pemkab Malang melalui Bupati Malang Sanusi, mencari pihak ketiga untuk bekerja sama.

Maka, ditunjuklah PT Adaro yang menangani pengolahan air baku sungai di Banjarbaru, Banjarmasin, selama hampir 6 tahun. Dengan hasil yang memuaskan, seperti yang dilihat scara langsung oleh Sanusi beserta Perumda Tirta Kanjuruhan dalam studi replikasi.

Pengolahan air baku sungai menjadi air bersih di Banjarbaru, Banjarmasin, yang siap direplikasi di Kabupaten Malang

Syamsul Hadi, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang pun, menyampaikan, setelah melihat pengolahan air sungai di Banjarbaru, serta komunikasi dengan pihak PT Adaro direncanakan akan ditindaklanjuti langkah berikutnya dalam optimalisasi air sungai Lesti.

"Pihak ketiga yang akan digandeng itu, dan langkah selanjutnya minggu depan mereka akan melakukan kajian teknis dan ekonominya," ucapnya kepada MalangTimes, Jumat (24/1/2020).

Kajian itu nantinya yang akan menghasilkan berapa anggaran yang harus ditanamkan pihak ketiga dalam pengolahan air sungai menjadi air bersih layak konsumsi pada masyarakat. Sekaligus berapa tarif dari hasil pengolahan air itu dikenakan ke Perumda Tirta Kanjuruhan.

"Bila kajian telah selesai, maka optimasi air sungai Lesti bisa dilakukan. Nah untuk itu pihak PT Adaro yang akan tangani. Kami bagian pengurusan perizinannya serta terkait suplai air bersih ke masyarakat Malang Selatan," ujar Syamsul.

Baca Juga : Pemda yang Tidak Alokasikan Dana untuk Penanganan Covid-19 Akan Kena Sanksi

Kajian itu, lanjutnya, juga akan mengerucut berapa nanti Perumda membauar air baku sungai Lesti yang telah diproses oleh PT Adaro. "Kita nanti beli air curahnya. Untuk pengelolaan ke masyarakat kita yang pasarkan," imbuhnya.

Sebagai informasi, PT Adaro yang menangani air baku sungai di Banjarbaru, menjual air yang telah layak konsumsi sebesar Rp 6 ribu per meter kubik-nya. Tapi, untuk di Kabupaten Malang, dimungkinkan harganya akan di bawahnya. 

Hal ini dikarenakan kondisi air sungai Lesti relatif baik sehingga untuk proses pengolahannya tak akan sama dengan yang di Banjarbaru. Selain itu infrastruktur menuju "nol" kekeringan di Malang Selatan, lebih siap dan baik.

"Jadi mungkin harganya nanti sekitar Rp 4 ribu," ucap Syamsul.

Disinggung pemenuhan air bersih di Malang Selatan dengan optimasi sungai Lesti ke depannya, Syamsul menyebut, dari kajian survai calon pelanggan di wilayah tersebut terdapat sekitar 65 ribu kepala keluarga (KK). 

Dimana, dengan asumsi sekitar 75 persen menjadi pelanggan air bersih yang dikelola Perumda Tirta Kanjuruhan di Malang Selatan akan dihasilkan sebanyak 50 ribu KK yang akan teraliri.

"Asumsinya sejumlah itu bila sudah berjalan. Dan melalui kerjasama dengan pihak ketiga itu sungai Lesti bisa menghasilkan air 500 liter per detiknya. Jadi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Malang Selatan," tandasnya.

 

Topik
MalangBerita MalangBupati Malang SanusiRencana Mengolah Air Baku Sungai Lesti Diseriusi Perumda Tirta KanjuruhanPT Adaro yang menangani pengolahan air baku sungai di Banjarbarumalang selatan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru