Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Dra Zubaidah MM. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Dra Zubaidah MM. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2019/2020 berlangsung dua bulan lagi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah menegaskan bahwa UN 2020 akan menjadi pelaksanaan ujian kelulusan yang terakhir digelar secara nasional.

Dia pun memastikan UN 2020 akan digelar dengan mekanisme lama seperti yang selama ini dilakukan.

Baca Juga : "Libur" PAUD, SD, SMP se-Kota Malang Diperpanjang hingga 5 April

Dilansir dari laman Kemdikbud, mengenai sistem pelaksanaan UN ini, Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Arifin Junaidi mengatakan, sebagian besar sekolah tetap akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), meskipun hingga kini masih ada satuan pendidikan yang mengajukan untuk dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Pensil dan Kertas (UNKP).

Meski UNBK tahun ini adalah yang terakhir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menegaskan bahwa kurikulum tetap harus tuntas.

"Tahun ini kan katanya Mas Menteri (sapaan akrab Nadiem) kan terakhir. Tetapi kami tetep menyampaikan kepada bapak ibu kepala sekolah dan guru, berarti bukan sekolah ini hanya sekadar datang dan komunikasi di situ, tapi tetap mata pelajaran kurikulum itu tetap harus tuntas," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Dra Zubaidah MM.

Lantaran ini merupakan UNBK yang terakhir, nilai siswa memang tidak harus bagus semua. Namun, dikatakan Zubaidah, yang terpenting adalah ketuntasannya. "Memang targetnya tidak harus nilainya itu bagus semuanya, tapi yang penting tuntas," tegasnya.

Selain itu, sekolah hendaknya mengutamakan lenguatan pendidikan marakter (PPK) siswa. PPK lahir karena kesadaran akan tantangan ke depan yang semakin kompleks dan tidak pasti, namun sekaligus melihat ada banyak harapan bagi masa depan bangsa. Hal ini menuntut lembaga pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik secara keilmuan dan kepribadian, berupa individu-individu yang kokoh dalam nilai-nilai moral, spiritual, dan keilmuan. 

Baca Juga : Surat Resmi Disdikbud, TK, SD, SMP se-Kota Malang "Libur" Sampai 29 Maret

"Diutamakan adalah karakter. Dengan siswa berkarakter, insya Allah kecerdasan akan mengikuti. Tetapi cerdas belum tentu karakternya mengikuti. Orang yang berkarakter insya Allah dia akan bisa berpikir cerdas. Tetapi orang cerdas kalau karakternya tidak diutamakan ya tahu sendiri. Jadi, kami utamakan karakter," tandas Zubaidah.

Sebagai tambahan, mulai 2021, UN akan diganti dengan asesmen kompetnsi minimum dan survei karakter. Asesmen tersebut tidak dilakukan berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum seperti yang selama ini diterapkan dalam ujian nasional, melainkan melakukan pemetaan terhadap dua kompetensi minimum siswa, yakni dalam hal literasi dan numerasi.

Sementara  survei karakter dilakukan untuk mengetahui data secara nasional mengenai penerapan asas-asas Pancasila oleh siswa Indonesia.