M Soedarman Wabup Malang terpilih yang nasibnya masih terkatung-katung karena belum turunnya SK Kemendagri terkait pelantikannya (dok MalangTimes)
M Soedarman Wabup Malang terpilih yang nasibnya masih terkatung-katung karena belum turunnya SK Kemendagri terkait pelantikannya (dok MalangTimes)

MALANGTIMES - Rabu, tanggal 9 Oktober 2019 lalu, seluruh anggota DPRD Kabupaten Malang melakukan pemilihan calon wakil bupati (Wabup) Malang 2016-2021. Ada dua calon yang diajukan oleh partai politik pengusung, yakni Mohamad Soedarman dan Abdul Rosyid.

Hasil pemilihan pendamping Sanusi yang naik jadi Bupati Malang menggantikan Rendra Kresna, dimenangkan telak oleh M Soedarman dengan  44 dari total 50 suara.

Kegembiraan pun melingkupi ruang sidang DPRD Kabupaten Malang. Pasalnya, Kabupaten Malang memang membutuhkan seorang wabup untuk menuntaskan berbagai program kerjanya sampai awal 2021.

Tapi, harapan besar ke pundak M Soedarman untuk ikut serta mendampingi Sanusi di periode akhir jabatannya itu, bisa dikatakan menguap perlahan-lahan. Hampir 4 bulan sudah sejak terpilih sampai kini, nasib M Soedarman seperti digantung. Pelantikan menjadi Wabup Malang tak kunjung datang.

"Ia, hampir empat bulan kami hanya bisa menunggu. Dari informasi surat keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum turun. Ini sebenarnya jadi beban sayadan keluarga," ucap M Soedarman kepada media.

Tak hanya M Soedarman yang merasa digantung, berbagai pihak, khususnya di partai NasDem Kabupaten Malang yang mengusungnya, juga akhirnya bereaksi. Walaupun terlihat pasrah juga dengan kondisi tersebut, tapi NasDem juga mencoba untuk berusaha terkait pelantikan M Soedarman.

"Secara informal saya pikir komunikasi politik terus dilakukan. Tapi kami tak ingin berpikiran negatif perihal ini. Serta NasDem enggak enak juga kalau terlalu ngejar-ngejar, kan sudah terpilih," ujar M Geng Wahyudi Ketua Dewan Penasehat DPW NasDem Jawa Timur, Kamis (23/1/2020).

Terkait hal lain yang beredar di masyarakat, tak kunjung turunnya SK pelantikan dikarenakan adanya upaya 'jegal-menjegal' terutama dalam kondisi mulai panasnya suhu Pilkada 2020. Geng Wahyudi, menegaskan tak ingin berandai-andai dan berpikiran negatif.

"Kami tak ingin berpikiran negatif. Tapi memang keberadaan Wabup menjadi penting di Kabupaten Malang. Apalagi kalau pak Sanusi kembali nyalon, bisa terjadi kevakuman nantinya," ujarnya.

Dirinya juga menegaskan bila memang ada upaya jegal menjegal itu, seharusnya sejak M Soedarman dipilih oleh parpol pendukung untuk jadi calon Wabup Malang.
Hal lain, lanjutnya, belum turunnya SK pelantikan Wabup terpilih bisa juga dikarenakan faktor administrasi. Geng mencontohkan, mungkin ada persyaratan, misalnya surat kesehatan atau SKCK yang tak terpenuhi. Sehingga menghambat SK turun.

"Bisa juga kan? Selain juga waktu itu adanya pergantian menteri dalam negeri juga," imbuhnya.

Desember 2019 lalu, persoalan belum turunnya SK pelantikan Wabup Malang juga sempat mencuat ramai. Dimana, setelah M Soedarman terpilih, Pemkab Malang telah berkirim surat ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Surat pemberitahuan terpilihnya Wabup Malang sesuai aturan itu pun diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri.

Tapi, adanya peralihan kursi Mendagri dari Tjahjo Kumolo ke tangan Tito Karnavian disebut-sebut jadi salah satu sebab tak turun-turunnya SK untuk M Soedarman.

Hal ini juga dibenarkan oleh dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara Malang ini, yang menyatakan, dirinya berkomunikasi dengan Sanusi Bupati Malang terkait itu.

"Jawabnya kita disuruh menunggu. Alasannya karena ada pergantian Mendagri. Saya memahaminya kalau ada faktor itu," ucapnya yang juga mencoba untuk berpikiran positif terkait nasibnya yang seperti digantung dan terkatung-katung itu.

Ingin seperti sikap NasDem yang mengusungnya, M Soedarman pun mencoba berpikiran positif terkait nasibnya. Bahkan, lanjutnya, bila memang hal itu hanya permainan politik belaka, dirinya akan berlapang dada. Tapi, ada yang disesalkan ke depan, yaitu bila SK pelantikan itu turun dan waktu jabatannya pendek sebagai Wabup Malang.

“Apa yang bisa saya lakukan untuk masyarakat Kabupaten Malang dengan waktu yang pendek. Bila ini tak ada kepastian sampai saat ini. Ini jadi beban saya pada akhirnya," tandasnya.