Ilustrasi jual beli properti (shutterstock/Ar)
Ilustrasi jual beli properti (shutterstock/Ar)

MALANGTIMES - Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Malang mengingatkan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan jeli saat membeli sebuah properti. Baik itu tanah atau rumah agar nantinya terhindar dari  permasalahan di kemudian hari.

Kepala BPSK Kota Malang, Luh Eka Wulandari, mengatakan, agar masyarakat tidak serta merta tergoda atau terpancing dengan promo-promo yang kadang terlalu berlebihan diberikan oleh pihak penjual atau pengembang properti.

"Jangan mudah tergoda dengan promo-promo.  Cek dulu kebenarannya, tanahnya, izin-izinnya seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), maupun lainnya," ungkapnya saat dihubungi MalangTIMES (23/1/2020).

Lanjutnya, hal itu perlu dilakukan guna menghindari permasalahan yang bisa saja muncul setelah terjadi transaksi. Sehingga dengan kewaspadaan tersebut, diharapkan masyarakat bisa terhindar dari permasalahan mengenai properti.

"Banyak tanah yang kadang masih belum dibeli atau dimiliki pengembang, kemudian sudah dijual oleh pengembang. Harus hati-hati itu, kalau perlu lakukan pengecekan status tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN)," bebernya

Kemudian selain itu, yang harus dilihat lagi sebelum membeli properti adalah, jika membeli pada pengembang, harus benar-benar dilihat legalitas dari pengembangnya.

Sementara itu, Eka, sapaan akrab Kepala BPSK juga menyampaikan, mengenai permasalahan konsumen berkaitan tentang properti, mulai awal Januari 2020 hingga saat ini, kasus permasalahan sengketa konsumen sebanyak 2 pengembang telah dilaporkan ke BPSK.

"Ada dua pengembang. Satu pengembang dilaporkan tiga orang dan satu pengembang dilaporkan 20 orang, akan segera disidangkan dalam waktu dekat ini," katanya.