Budiman Sudjatmiko politisi PDI Perjuangan dan Founder Inovator 4.0 Indonesia (Ist)
Budiman Sudjatmiko politisi PDI Perjuangan dan Founder Inovator 4.0 Indonesia (Ist)

MALANGTIMES - Budiman Sudjatmiko, politisi PDI Perjuangan yang kini aktif mengawal Inovator 4.0 Indonesia, sebuah wadah yang disebutnya kumpulan atau jejaring bagi orang-orang untuk mengeluarkan ide paling liarnya yang tak hanya seputar Indonesia tapi dunia memberikan beberapa pandangan pribadinya terkait kabinet Presiden Joko Widodo 2019-2024.

Kabinet yang sejak diumumkan cukup menyita perhatian khalayak ramai dikarenakan komposisinya yang terbilang berani. Antara politisi, militer, profesional dan juga adanya kaum milenial di berbagai jenjang jabatannya.

Budiman menyebut, dengan komposisi kabinet Jokowi saat ini dirinya memberi nilai 7 dari rentang 1 sampai 10.

"Menurut saya ini sekitar 7 (nilainya dari 1-10, red). 7 cukup, karena ini (kabinet Jokowi, red) baru," ucapnya dalam sebuah wawancara dengan media.

Nilai 7 menurut founder Inovator 4.0 Indonesia ini, diharapkan nantinya di tahun ke-satu dan dua diharapkan bisa naik terus. Walau pun dimungkinkan juga akan bisa turun sejalan waktu.

"Bisa naik dan turun di tahun 1 dan 2 kan. Jadi nilai 7 saat ini saya pikir pas. Semoga terus naik," ujarnya.

Selain menilai kabinet Jokowi, Budiman juga menyampaikan berbagai hal terkait keberadaan kaum milenial yang mau terjun ke dunia politik. Seperti diketahui, keberadaan anak-anak muda saat ini pun telah meramaikan dunia politik, baik di tingkat paling bawah yaitu kepala desa, bupati, walikota, gubernur, sampai presiden. Atau juga yang terjun praktis di dunia politik dengan bergabung di partai politik dan menjadi anggota dewan di berbagai tingkatan yang ada.

"Kalau mau berpolitik, maka jadilah manusia politik. Tapi jangan jadi politisi atau jadi aktivis saja. Jadi manusia politik yang bisa menggabungkan keduanya," ujar Budiman yang di pileg 2019 terjungkal dari kursi keanggotan DPR RI.

Selain menganjurkan bagi kaum milenial yang akan berkecimpung di dunia politik itu, Budiman juga berharap saat mereka telah di area itu jangan sampai hanya sekedar untuk berkuasa atau mempunyai kekuasaan saja.

"Tapi, bagaimana caranya saat di dunia politik juga mempunyai ide. Ide yang nantinya bisa dijadikan peraturan-peraturan diberbagai tingkatan," imbuhnya.

Sebelumnya, Budiman juga telah mengatakan, di era 4.0 peran teknologi bisa dijadikan alat untuk mencapai tujuan pemerintah mencegah korupsi, membantu program penyejahteraan rakyat yang akurat, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat ruang dalam segala sektor. Baik politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.

Kegagalan pembangunan di Indonesia disebutnya banyak disebabkan gagalnya pengumpulan data yang akurat sehingga yang tidak masuk perencanaan menjadi tak terkendali. 

"Maka, teknologi kecerdasan buatan bisa jadi solusi di era 4.0 ini. Ide menjadi hal yang saya sarankan di saat ini. Karena tantangan zaman saya dengan sekarang tentunya berbeda," ujarnya.

Untuk menuju ke arah itu, Budiman pun mengajak seluruh elemen, khususnya generasi milenial dengan berbagai minat dan disipliner keilmuaan, untuk ikut serta dalam revolusi industri 4.0. sehingga, lanjutnya, jangan sampai masyarakat Indonesia hanya menjadi bangsa pengundah saja.

"Kita harus ikut dalam kocokan 4.0 ini. Jangan hanya jadi bangsa pengundah saja, tapi jadi bangsa pengunggah. Jangan hanya diam dan menerima hasil jadi dari revolusi 4.0 ini," tandasnya.