Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas (tengah) saat meninjau langsung kondisi aliran air di kawasan perumahan BTU (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Direktur Utama PDAM Kota Malang M. Nor Muhlas (tengah) saat meninjau langsung kondisi aliran air di kawasan perumahan BTU (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pompa yang dikhususkan untuk mengaliri air bersih dari kawasan Buring Bawah menuju kawasan perumahan BTU Kota Malang telah terpasang. Hari ini, Kamis (23/1/2020), Perumda Tugu Tirta atau dulu PDAM Kota Malang memastikan air sudah dapat mengalir. Namun debit yang dialirkan masih belum normal seperti sebelumnya.

Baca Juga : Selamat !! Satu Pasien Positif Corona di Lumajang Dinyatakan Sembuh

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M. Nor Muhlas menyampaikan, pemasangan pompa telah selesai dilakukan. Namun memang air tak bisa langsung dialirkan begitu saja. Sebab membutuhkan masa percobaan untuk memastikan saluran normal. Selain itu, tandon juga harus diisi agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami sudah sambung pipa dari jaringan lain. Skema ini kami ambil lantaran memang kondisi darurat dan perlu ada upaya," katanya pada wartawan saat ditemui usai meninjau langsung kondisi saluran air di perumahan BTU, Kamis (23/1/2020).

Dia menyampaikan, beberapa kawasan yang susah dijangkau saat ada kerusakan pipa transmisi salah satunya memang BTU. Pasalnya, BTU berada di atas ketinggian, dan membutuhkan skema tersendiri agar air bisa mengalir.

"Mulai hari ini pasti sudah mengalir, jadi nggak perlu lagi antre ke tangki air atau sumber lainnya," tambahnya.

Meski begitu, air yang mengalir menurutnya belum dapat normal seperti sebelumnya. Karena air yang dilairkan tersebut berasal dari sumber lain yang memang semestinya dialirkan untuk kawasan lain. Hal ini secara otomatis juga akan membuat aliran air di beberapa daerah tak besar seperti sebelumnya.

"Risiko dan konsekuensi zona lain berkurang dan kami lakukan tindakan cepat," tambah Muhlas.

Lebih jauh dia menyampaikan, beberapa skema akan tetap dijalankan untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih. Salah satunya adalah memanfaatkan pompa di sumber Wendit yang sebelumnya mengalami kerusakan. Pompa tersebut sudah dibenahi dan sudah dapat menyumbang air bersih 130 liter per detik.

Baca Juga : 10 Daerah Resmi Dapat Persetujuan Terapkan PSBB

"Jadi di Wendit sebenarnya ada tiga pompa. Selama ini yang dimanfaatkan hanya dua pompa. Karena satu pompa sebelumnya terbakar. Kami lakukan tindakan cepat perbaikan pada pompa tersebut, dan sekarang sudah berfungsi. Salah satunya untuk membantu masalah air bersih saat ini," jelas dia.

Sementara saat ini, pembenahan pipa transmisi yang bocor terus dilakukan. Sebelumnya juga telah dipasang air rilis di sembilan titik. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko pipa kembali pecah lantaran tekanan yang terlalu besar. Beberapa daerah terdampak lainnya pun akan terus diupayakan untuk mendapat aliran air bersih. 

Di sisi lain, Ketua RW XVII Kelurahan Madyopuro, Emik Gandamana menambahkan, air di BTU pada pukul 02.00 dini hari telah mengalir, meski tidak besar. Namun pada pukul 05.00 WIB air kembali mati. Saat ini, pihaknya pun masih menunggu air agar kembali mengalir. Pasalnya, pipa yang dijanjikan Perumda Tugu Tirta telah dipasang.

"Hari ini katanya air akan kembali mengalir. Kami berharap agar kondisinya cepat pulih karena ini sudah dua pekan," tambahnya.