Cuitan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil E Dardak berkaitan dengan krisis air di Kota Malang. (Foto: Twitter)
Cuitan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil E Dardak berkaitan dengan krisis air di Kota Malang. (Foto: Twitter)

MALANGTIMES - Krisis air di Kota Malang selama lebih dari satu pekan terakhir banyak mendapat sorotan publik. Kali ini, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak pun ikut angkat suara. 

Melalui cuitannya di Twitter, pria nomor dua di Jatim ini menyampaikan solusi yang akan dilakukan untuk mengatasi krisis air akibat pecahnya pipa transmisi milik Perumda Tugu Tirta atau PDAM Kota Malang.

Baca Juga : Trending Twitter! Buku Karya Tere Liye Jadi Barang Bukti Aksi Vandalisme Anarko

Namun menariknya, suami Arumi Bachsin ini kedapatan menuliskan tanggal yang salah. Di mana dalam cuitannya, Emil menyebut jika Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan Wali Kota Malang dan Kementerian PUPR berkaitan dengan kondisi tersebut sejak 14 Februari. Padahal, cuitan Emil sendiri masih pada bulan Januari 2020.

"Terkait kerusakan jaringan PDAM Kota Malang, sejak 14-Feb kami sdh koordinasi dgn Walkot Malang serta Kemen.PUPR dlm mencari solusi krn ini bukan kerusakan pipa yg sederhana. Alhamdulillah kemarin sdh semakin jelas solusi&utk jangka pendek ada tambahan 25 armada truk tangki," cuit Emil melalui akun twitternya @EmilDardak.

Alhasil, beberapa warganet yang menyadari pun turut menggoda bapak dua anak ini dengan sederet nada candaan. Tanggapan warganet pun langsung direspons Emil melalui kolom komentar.

"Pak Wagub, sekarang masih Januari lho," cuit akun @r0nggo05.

"Waduh iya salah, maksud saya 14 Januari," jawab Emil menanggapi komentar tersebut.

"wagub juga manusia. he3," timpal pemilik akun @faridsam81.

"14 januari om," tambah @jee_creepes.

Terlepas dari itu, dalam cuitan tersebut Emil beberapa kali menanggapi komentar warganet yang sebagian besar merupakan pelanggan Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Dalam tanggapannya itu, Emil memastikan jika pemerintah tak berdiam diri untuk segera menyelesaikan permasalahan yang ada saat ini.

Selain dropping air bersih melalui tangki air, pemerintah menurutnya juga merumuskan beberapa solusi dalam jangka pendek dan panjang. Seluruhnya akan segera diupayakan bersama dengan pemerintah pusat.

Baca Juga : Lumajang Tambah 2 Orang Positif Corona, Salah Satunya ASN Peserta Pelatihan TKHI

"Insya Allah, Pemkot tidak angkat tangan&kami turut mengawal. Kementerian PUPR sdh menindaklanjuti,Balai Besar Brantas Jumat lalu sdh merumuskan solusi yg segera saat ini diupayakan penganggarannya. Utk sementara tangki air dilipatgandakan armadanya," terang Emil.

Sebelumnya, krisi air bersih di Kota Malang bermula dari bocornya pipa transmisi milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang berada di Desa Kidal Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Bukan hanya pada satu titik tersebut, pipa di kawasan Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang juga mengalami kebocoran. Ke dua titik tersebut alami kebocoran hingga beberapa kali.

Akibatnya, sebanyak kurang lebih 30 ribu pelanggan terdampak. Untuk mengatasi krisis air, Perumda Tugu Tirta Kota Malang melakukan berbagai upaya. Diantaranya dropping air bersih dengan bantuan tangki air dari PDAM se Jatim, rekayasa jaringan, hingga pendirian Terminal Air dan pemasangan pompa air di beberapa titik.

Sampai saat ini, pembenahan pipa bocor masih terus dilakukan. Pelanggan pun belum dapat menikmati air bersih dengan debit yang lebih besar dari kondisi normal. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berjalan dalam satu bulan ke depan, hingga proses pemasangan pipa baru selesai. Saat ini, Perumda Tugu Tirta Kota Malang juga menegaskan telah mengusulkan agar bantuan pipa baru segera direalisasikan.