Komisi B DPRD Kota Malang saat berbincang dengan warga dalam agenda sidak Krisis Air di wilayah Perumahan BTU, Kelurahan Madyopuro. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Komisi B DPRD Kota Malang saat berbincang dengan warga dalam agenda sidak Krisis Air di wilayah Perumahan BTU, Kelurahan Madyopuro. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Krisis air di Kota Malang masih berlanjut hingga Selasa (21/1/2020) atau memasuki hari ke sepuluh. Pembenahan pipa jaringan air PDAM atau Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang jebol belum terselesaikan. 

Bahkan, pipa air kembali jebol di titik berbeda pada Senin (20/1/2020) malam. Kejadian tersebut menjadi perhatian publik, karena hampir dua pekan warga yang terdampak belum bisa mendapatkan akses layanan air bersih.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Komisi B DPRD Kota Malang meninjau ke beberapa lokasi terdampak. Salah satu yang disasar yakni warga di kawasan Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang.

Dari pantauan MalangTIMES, tangki air portable yang disediakan oleg pihak Perumda Tugu Tirta Kota Malang tak berisikan air. Menurut informasi dari warga, air sudah mati sejak semalam (Senin, 20/1) pukul 22.00 WIB. Salah seorang warga blok UJ 33, Leny Annisa mengadu ke dewan.

"Sebetulnya saya senang, sudah ada tangki portable ini. Tapi ini tidak maksimal, jadi ya habis diisi air full paling 3-4 jam itu sudah habis. Ini sudah kosong lagi, saya nunggu tangki yang lewat," ungkapnya, Selasa (21/1).

Menurutnya, tangki air portable sudah disediakan sejak tiga hari yang lalu. Biasanya, dari petugas Perumda Tugu Tirta Kota Malang akan mengisi dalam sehari sebanyak dua kali pengisian. Pihaknya berharap, jika memang ini menjadi pilihan untuk solusi penanganan krisis air maka tandon bisa terus disuplai.

"Ya harapannya itu jangan sampai kosong, karena ini saja sebetulnya kami masih kurang. Mandi saja sekali sehari, nyuci juga saya ngungsi di saudara yang di Blimbing. Mudah-mudahan segera ada solusi, air nggak mati lagi," paparnya.

Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Trio Agus Purnomo mengatakan dengan aduan warga ini memang warga banyak juga yang mengambil suplai air dari yang disediakan perumahan BTU. Pihaknya mengharapkan ada solusi yang bisa dilakukan oleh Perumda Tugu Tirta Kota Malang terkait hal itu.

Sebisa mungkin, penggunaan tangki air portable bisa berjalan maksimal selama 24 jam. Paling tidak, intensitas pasokan ditambah agar mampu menyuplai kebutuhan warga terdampak.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

"Komitmen Perumda Tugu Tirta Kota Malang terkait tangki air portable atau terminal air memang sudah dilakukan, tapi memang suplai air masih dirasa kurang. Sehingga perlu peningkatan," ungkapnya.

Apalagi, di kawasan Perumahan BTU menampung kurang lebih 3500 KK dengan kapasitas air mencapai 2000 SR (sambungan rumah).

Meski begitu, Trio menambahkan jika pihak Perumda Tugu Tirta Kota Malang telah mengupayakan hal lain. Yakni, dengan rekayasa pembangunan pipa jaringan dari tandon air di wilayah Buring Bawah. 

"Itu harapannya nanti bisa menyuplai untuk kebutuhan warga di Perumahan BTU. Karena ini yang paling banyak sambungannya dan paling tinggi, kita lihat juga lokasinya. Harapannya ini bisa ikut menyelesaikan masalah yang di sini," tandasnya.