Situs tampilan website Pengadilan Negeri Kepanjen saat diretas oleh hacker (Istimewa)
Situs tampilan website Pengadilan Negeri Kepanjen saat diretas oleh hacker (Istimewa)

MALANGTIMES - Peretasan terhadap website resmi PN (Pengadilan Negeri) Kepanjen, ternyata bukan kali pertama terjadi. Humas PN Kepanjen, Yoedi Anugrah Pratama, mengaku jika sebelum diretas oleh hacker pada Kamis (16/1/2020) malam, kasus peretasan serupa juga sudah sering terjadi.

”Biasalah karena berkaitan dengan pelayanan publik, kejadiannya mungkin tidak bisa dipastikan, yang pasti ada saja (aksi peretasan). Tapi tim IT (Information Technology) cepat menangani,” terang Yoedi saat ditemui MalangTIMES.com di kantor PN Kepanjen, yang berlokasi di Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (20/1/2020).

Ketika diminta memastikan berapa kali aksi peretasan terjadi, Yoedi mengaku jika lebih dari satu kali. ”Namanya website itu kan terbuka untuk umum, jadi beberapa pihak gampang sekali masuk (website). Termasuk yang merasa tidak senang,” terang Yoedi.

Apakah ingin membawa kasus ini ke ranah hukum?. Yoedi mengaku tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah fokus terhadap pelayanan dan penanganan perkara yang ditangani di PN Kepanjen. ”Tidak terlalu ke personal (pelaku peretas), tidak detail kesitu, yang penting bagaimana kita fokus penanganan perkara disini (PN Kepanjen),” terang Yoedi.

Seperti yang sudah diberitakan, aksi peretasan terbaru yang dilakukan oleh hacker pertama kali diketahui pada Kamis (16/1/2020) malam. Saat diakses melalui domain www.pn-kepanjen.go.id, secara otomatis pada tampilan beranda bakal muncul latar belakang hitam dengan tulisan berwarna putih, tepat di bagian tengahnya.

"Hacked By Limit(Ed)&4LM05TH3V!L

Ngebela diri kok dipenjara

Begal dibela pelajar dipenjara

Hukum sobat gurun emang beda!" 

Begitulah tampilan diberanda situs PN Kepanjen, Minggu (19/1/2020) saat kita akan masuk ke lamannya. 

Meski hingga Senin (20/1/2020) sore terpantau website PN Kepanjen masih belum dapat diakses. Namun, tim IT (Information Technology) yang dimiliki PN Kepanjen sudah dikerahkan untuk melakukan maintenance (pemulihan). 

Dari pantauan MalangTIMES.com, Senin (20/1/2020) rutinitas di PN Kepanjen juga masih berjalan seperti hari sebelum adanya kasus peretasan terjadi. Bahkan, kasus persidangan ke-5 yang dijalani ZA (inisial) pelaku pembunuh begal juga masih berjalan. Padahal, kasus persidangan tersebut digadang-gadang menjadi salah satu penyebab terjadinya peretasan. 

”Bagi pihak yang merasa berurusan dengan pengadilan, untuk sementara bisa datang langsung ke kantor (PN Kepanjen). Langsung saja ke sini (kantor PN Kepanjen) akan kami layani dengan baik,” tutup Yoedi.