Bagian Humas Pengadilan Negeri Kepanjen Malang Yoedi Anugrah Pratama saat dimintai keterangan wartawan terkait website resmi PN Kepanjen yang diretas hacker. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bagian Humas Pengadilan Negeri Kepanjen Malang Yoedi Anugrah Pratama saat dimintai keterangan wartawan terkait website resmi PN Kepanjen yang diretas hacker. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pihak Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen Malang memilih tidak ambil pusing terkait website resmi miliknya yang diretas hacker beberapa waktu lalu. Meski demikian, Senin (20/1/2020) siang, pihak pengadilan yang berkantor di Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, itu mengaku sudah menerjunkan tim untuk melakukan perbaikan.

Hal ini disampaikan langsung  Ketua PN Kepanjen Sudar melalui bagian Humas PN Kepanjen Yoedi Anugrah Pratama, Senin (20/1/2020) siang. ”Kami (PN Kepanjen) mengetahui  website kami diretas sejak Kamis (16/1/2020) malam. Saat itu (website) sudah tidak bisa diakses dan tim IT (information technology) langsung melakukan maintenance (pemeliharaan). Sampai sekarang (Senin 20/1/2020) masih perbaikan,” kata Yoedi.

Baca Juga : Dalam Sehari, Korsleting Listrik Sebabkan Kebakaran di Dua Lokasi Kejadian

Hingga berita ini ditulis, Yoedi tidak mau berandai-andai tentang tujuan utama dari hacker yang meretas website resmi PN Kepanjen. Namun, jika melihat pesan yang ditinggalkan, diduga kuat ada yang merasa keberatan dengan salah satu perkara yang sedang ditangani PN Kepanjen. Yakni kasus persidangan ZA (inisial), pelaku yang membunuh begal lantaran mengaku membela diri karena si begal akan memerkosa pacarnya. Si hacker kecewa dengan sikap PN yang menolak eksepsi ZA yang diancam penjara seumur hidup. 

”(Kabupaten) Malang ini kan banyak perkara yang menarik perhatian masyarakat. Mungkin ada yang merasa tidak senang dengan kasus perkara yang kami tangani jadi ya gitu-gitu (meretas website),” ucapnya.

Selain fokus melakukan perbaikan, Yoedi juga mengaku bakal memaksimalkan peran tim IT yang dimiliki  PN Kepanjen. Tujuannya agar kejadian serupa, yakni peretasan, tidak kembali terulang di kemudian hari.

”Semaksimalnya, IT sudah melakukan maintenance agar lebih baik. Saya pikir karena berkaitan dengan penanganan perkara, ya diusahakan secara maksimal untuk cepat diperbaiki,” ungkap Yoedi.

Apakah peretasan berdampak dengan pelayanan dan kegiatan di PN Kepanjen?. Yoedi mengaku aksi oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut tidak sampai mengganggu rutinitas yang ditangani pihak PN Kepanjen.

”Website hanya untuk akses informasi, seperti  masyarakat ingin tahu proses perkara, kemudian jadwal sidang bisa diakses melalui website. Tapi tidak sampai mengganggu proses perkara yang sedang kami (PN Kepanjen) tangani,” ungkapnya.

Untuk sementara waktu, lanjut Yoedi, bagi masyarakat yang ada keperluan namun tidak bisa mendapatkan informasi melalui website, dirinya menyarankan agar langsung datang ke kantor PN Kepanjen.

”Pelayanan akan tetap berjalan. Langsung saja ke sini (kantor PN Kepanjen) akan kami layani dengan baik,” ujar Yoedi.

Baca Juga : Jalibar Ditutup, Berikut Jalur Alternatif yang Disediakan Polres Malang

Seperti yang sudah diberitakan, Minggu (19/1/2020) website resmi PN Kepanjen yang memiliki domain www.pn-kepanjen.go.id diretas hacker. Dalam tampilan berandanya, saat masuk ke situs itu, akan langsung keluar latar belakang hitam dengan tulisan berwarna putih, tepat di tengahnya.

"Hacked By Limit(Ed)&4LM05TH3V!L

Ngebela diri kok dipenjara

Begal dibela pelajar dipenjara

Hukum sobat gurun emang beda!"