Iklan 3D rokok di atas Toko AVIA yang ramai diperbincangkan publik (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Iklan 3D rokok di atas Toko AVIA yang ramai diperbincangkan publik (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Banyaknya reklame yang dipasang di sepanjang jalanan kota kerap mencederai keindahan kota. Terlebih lagi apabila iklan-iklan tersebut dipasang secara liar.

Contohnya saja yang sempat viral beberapa waktu yang lalu. Yakni pemasangan iklan rokok 3D di toko dengan langgam arsitektural kolonial, Toko AVIA Kota Malang. Pemasangan iklan tersebut dinilai telah mencederai salah satu ikon heritage di Kota Pendidikan ini.

Baca Juga : Diterpa Angin Kencang, Masjid dan Ratusan Rumah Warga di Kabupaten Malang Roboh

Dari segi arsitektur, ternyata, iklan tidak selayaknya dipasang di bangunan. Hal ini disampaikan oleh Profesor Bidang Ilmu Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Prof Dr Ir Lalu Mulyadi MT.

"Sebenarnya iklan itu tidak dipasang di bangunan. Dia kan ada tempat tersendiri," ucapnya kepada MalangTIMES.

Alasannya, sebab, iklan yang dipasang di bangunan dapat berpotensi ambruk yang mana akan merusak bangunan itu sendiri dan membahayakan orang yang ada di dalamnya.

"Kan punya struktur. Sehingga kalau dipasang di bangunan khawatir kalau ada angin atau apa ambruk. Katakanlah temboknya yang hancur, itu kan merubah. Sulit sekali akhirnya bisa mempertahankan itu," paparnya.

Soal pemasangan papan iklan di Toko Avia sendiri Lalu tidak tahu apakah sudah melalui proses yang seharusnya dilalui.

"Sebenarnya kalau dilihat itu kan harus ada prosesnya. Kalau ada prosesnya saya pikir ndak masalah. Kita lihat sekarang. Ada nggak proses itu. Kalau nggak ada ya nggak boleh," katanya.

Akan tetapi, dengan tegas Lalu menyatakan, apabila dari segi arsitektur pemasangan papan iklan tersebut tidak diperbolehkan.

"Kalau dari segi arsitektur itu nggak boleh. karena itu adalah merupakan cagar budaya," tegasnya.

Baca Juga : Mohon Maaf, Taman-Taman di Kota Malang Tutup Sementara Waktu

"Cagar budaya kan sedikitpun tidak boleh diubah. Kecuali mau direnovasi," imbuhnya.

Renovasi cagar budaya pun kata Lalu tetap harus memperhatikan hal-hal yang arsitektural di dalam pembangunan itu sendiri.

"Apalagi kalau mau menempelkan yang akan merusak visual daripada bangunan itu maka itu nggak bagus juga. Dinilai cagar budayanya akan hilang," pungkasnya.

Sementara itu, seperti yang diberitakan oleh MalangTIMES sebelumnya, vendor papan iklan 3D produk rokok di Toko AVIA Kota Malang terancam denda sekitar Rp 50 juta hingga kurungan penjara selama tiga bulan.

Hal itu lantaran vendor atau penyedia papan iklan tak memiliki izin setelah dimintai keterangan oleh Satpol PP. Pihak vendor dijadwalkan melakukan persidangan pada 29 Januari mendatang.