Perbatasan jalan Desa Giripurno-Kecamatan Karangploso. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Perbatasan jalan Desa Giripurno-Kecamatan Karangploso. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kota Batu sudah kenal dikenal dengan kemacetannya saat akhir pekan dan liburan. Untuk memecah kemacetan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sepakat untuk membangun jalur perbatasan dua daerah.

Alih-alih berbagi anggaran pembangunan, dua pemerintah daerah (pemda) itu bakal meminta bantuan pembangunan pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Artinya, aset jalan yang berbatasan juga akan diserahkan pada provinsi. 

Kesepakatan itu diambil sebagai upaya peningkatan dan perbaikan akses jalan perbatasan yang menghubungkan dua daerah tersebut. Rencananya, dalam waktu dekat dekat jalan sepanjang 10 kilometer tersebut akan diserahkan asetnya pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu M. Chori mengatakan, Pemkot Batu bersinergi dengan Pemkab Malang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas akses Jalan Raya Bendo. Di mana jalan tersebut menghubungkan Kecamatan Bumiaji Kota Batu dengan Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.

“Kami keduanya (Pemkot Batu dan Pemkab Malang) sudah sepakat jika jalan tersebut diserahkan kepada provinsi, supaya lebih maksimal,” katanya.

Jalan sepanjang 10 kilometer itu terhitung mulai pertigaan Karangploso hingga Jalan Dieng. Tepatnya sampai pertigaan Bendo Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu akan berubah statusnya menjadi jalan provinsi. 

Dengan demikian, semua proses pelebaran jalan hingga penanganan maupun perawatannya akan menjadi hak Provinsi Jawa Timur. “Jika nantinya sudah diserahkan perawatannya tentu sudah jadi hak provinsi. Tentunya ini jadi lebih maksimal,” ungkap Chori.

Bila proses penyerahan jalan tersebut sudah selesai, tentunya Provinsi Jatim akan segera melakukan proses kepastian memorandum of understanding (MoU) ketiga belah pihak. Sebab sesuai instruksi dari Gubernur Jatim Khofifah untuk, segera melakukan percepatan koneksivitas antara Surabaya dengan Kabupaten Malang dan cccc.

“Dengan langkah ini maka ukuran lebar jalan maupun kualitasnya, dirasa mampu mengurai kemacetan yang ada di dua wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu,” tutup Chori.