Layar tangkap cuplikan siaran TV Swasta terkait Sunda Empire dengan narsum Rangga Sasana. (Ist)
Layar tangkap cuplikan siaran TV Swasta terkait Sunda Empire dengan narsum Rangga Sasana. (Ist)

MALANGTIMES - Viralnya Kekaisaran Matahari atau Sunda Empire-Earth Empire (SE-EE), terus bergulir. Setelah ramai diberitakan media, petinggi SE-EE Rangga Sasana bergelar sebagai "eks Gubernur Jenderal Nusantara Territory His Royal Highness" pun memberikan klarifikasinya.

Dalam klarifikasi itu, Rangga menyebut SE-EE sudah ada sejak era Alexander The Great atau Alexander Agung, raja kekaisaran Makedonia, Yunani (336-323 SM). Dia bahkan juga mewanti-wanti seluruh media untuk tidak sembarangan memberitakan klarifikasi terkait SE-EE.

"Kewajiban kami klarifikasi dan kewajiban seluruh media untuk tak sembarangan klarifikasi. Karena Sunda Empire ini sudah ada Sebelum Masehi (SM, red) diturunkan ke Tarumanagara (abad ke 4-7 M, red) sampai Padjajaran," ungkap Rangga yang berseragam mirip seragam militer kepada salah satu televisi swasta.

Jejak SE-EE yang diklaim itu, lanjutnya, membuat keanggotaannya menyebar di seluruh masyarakat dunia. "Masyarakat yang menjadi bagian dari negara di seluruh dunia otomatis merupakan anggota Sunda Empire. Warga Indonesia harus bangga karena Sunda Empire ini yang akan menyelamatkan NKRI," ujarnya seperti dilansir Ayobandung.com, beberapa hari lalu.

Bertolak dari pernyataan itulah Rangga meminta tolong untuk tak sembarangan bicara terkait Sunda Empire. Seperti yang dicontohkannya ke Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang sempat memberikan komentarnya atas keberadaan SE-EE di wilayahnya

Ridwan Kamil menyebut, lahirnya SE-EE merupakan indikator bahwa persoalan hidup telah membuat banyak orang mengalami tekanan kejiwaan. "Banyak orang stres ya di republik ini? Menciptakan ilusi-ilusi yang sering kali romantisme-romantisme sejarah," ujar Ridwal Kamil.

Komentar itu lantas ditanggapi oleh Rangga. Menurutnya, Gubernur atau pejabat di bawahnya tak boleh bicara sembarangan seperti itu. Terlebih, Rangga mengklaim viralnya kekaisaran matahari itu tak mengganggu dan merugikan masyarakat. 

Dia menegaskan, anggota kekaisaran Sunda tersebut adalah seluruh warga bumi, maka pihak yang tidak setuju seolah tak lagi ingin tinggal di bumi. "Seluruh rakyat di bumi kan rakyatnya Empire. Kalau sudah bosan di bumi ya silakan saja. Anggota Sunda Empire adalah seluruh negara yang ada di atas bumi, yang tidak setuju ya silakan mati," tegasnya.

Terkait seragam yang dikenakan anggota Sunda Empire, dirinya juga menyampaikan, merupakan pakaian harian PBB yang tak sembarangan bisa dipakai oleh tentara manapun, tak terkecuali TNI.
"Seragam ini diakui dunia. Ada register Pentagon, register SLW NATO yang melahirkan tatanan kekaisaran," tandasnya.