Ilustrasi puisi (Istimewa)
Ilustrasi puisi (Istimewa)

MALANGTIMES - Percayalah, Membuat Judul Itu Susah
*dd nana

-5-

Tak ada ikrar sebagai kepala kisah

antara kita yang menjadi kalimat

pada paragraf-paragraf yang dirapikan 

waktu. Yang berdesakan merapatkan

raga abjad yang dihalau hujan

sore tadi.

Aku menemukanmu di tepi titik

menanti aksara lain di depanmu yang berbaris

menuju alamat yang dituju dengan selembar tiket

di jemari-jemari gigil. Hujan sore ini sempurna

membekukan segala bicara, tak ada kata-kata

dan suara. Tak ada kepala-kepala yang dipenuhi cerita.

Kau tersesat? tanyaku setelah menguak barisan

merapatkan ragaku di ragamu yang masih saja gigil itu.

Mata kelincimu menatapku.

Kau tersesat? jawabmu dengan tanya serupa

Dan entah kenapa aku jatuh cinta.

Hujan telah reda, ucapku sambil menarik tangannya

menguak kerumunan aksara yang terlihat sepia

serupa usia menuju tepi senja.

Menghapus tanda-tanda dan meloncat bersama 

pada lembaran lain yang entah akan membawa kita 

kemana.

Kemana? tanyamu masih mengeratkan pegangan

Mataku menatapmu dan berbisik, "ke muara seperti mereka."

Tanpa barisan rapat yang panjang, tanpa tiket yang bergetar di sela jemari yang keriput di cumbui dingin perhentian. Tanpa kepala yang merasa yang paling kuasa.

Mata kelincimu menatapku sebelum menatap lapangnya ruangan yang kini kita huni.

Baca Juga : KITAB INGATAN 100

Inikah rumah? ruang meninabobokan resah, amarah dan duka itu, tuan.

Aku menatapmu, sebelum kembali lari ke entah yang masih membentangkan sunyi.

Menjatuhkan cinta di beranda yang kau sebut rumah

masih kulihat air mata mu turun yang serupa isakku 

yang murung. 

"Ternyata kita tak bisa merdeka dalam cerita."

-6-

Murung itu miring 

takaran yang tak seimbang 

dan membuat raga meradang.

Tapi cinta punya kisahnya sendiri

agar  para pecinta mengalami

ada pahit di dalam gula-gula

Ada manis yang mengantarmu pada 

kegilaan paling kelam.

Maka, sabda cinta, sesekali murung lah

agar kau bisa miring

takaran yang tak seimbang yang akan

menyeimbangkan kisah-kisah yang ditulis

entah oleh siapa di sana.
 

*Hanya penikmat kopi lokal