Kondisi Politik Mulai Kondusif, Tren Pasar Saham Makin Positif

Jan 19, 2020 08:00
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Setelah mengalami keterpurukan pada 2018 dan 2019, pasar saham di Indonesia pada 2020 diprediksi tumbuh positif. Faktor kondusivitas dalam negeri usai Pilpres 2019 juga dinilai berpengaruh pada kepercayaan para investor.

Selain itu, adanya iklim positif pada pasar saham secara global yang secara langsung akan turut menguntungkan Indonesia. Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Katarina Setiawan menyebut, pada 2020 ini pasar saham diprediksi mulai menunjukkan outlook yang lebih positif.

Baca Juga : Ekonomi Digital Indonesia Berkembang, Malang Masuk Diantaranya

Perubahan terutama terjadi dari sisi pasar global dengan tensi dagang Amerika Serikat-China yang mereda. Selain itu juga dipengaruhi ekspektasi membaiknya aktivitas perdagangan global.

"Iklim pasar yang lebih positif ini dapat memberi dampak positif bagi kinerja pasar saham Indonesia," katanya.

Selain itu, lanjutnya, dari sisi domestik, pasar juga memperkirakan pertumbuhan earnings emiten yang lebih baik tahun ini. Pertumbuhan diperkirakan berada di kisaran 10 hingga 12 persen, atau lebih baik dari 3 hingga 5 persen di 2019. 

Iklim politik domestik juga sudah lebih kondusif setelah periode Pemilu dan pembentukan kabinet selesai. Hal itu juga cukup berpengaruh pada pasar saham yang berkembang.

"Rencana reformasi kebijakan perpajakan dan ketenagakerjaan pemerintah untuk menarik investasi asing dapat menjadi faktor katalis yang mengangkat daya tarik pasar saham Indonesia," tambah Katarina.

Baca Juga : Harga Gula Masih Naik, Diskopindag dan Pabrik Gula Gelar Operasi Pasar hingga 4 Kali

Selain pasar saham, periode yang suportif bagi pasar obligasi dan didukung oleh tren penurunan suku bunga dan tingkat inflasi yang rendah pada 2019 masih akan berlanjut di tahun ini. Suku bunga BI diperkirakan tetap akomodatif, inflasi terkendali dan nilai tukar rupiah terjaga.

Selain itu kondisi pasar obligasi dunia juga suportif bagi pasar obligasi Indonesia. Saat ini sekitar USD 12 triliun obligasi pemerintah global menawarkan imbal hasil negatif. Kondisi itu berpotensi mendorong investasi ke pasar obligasi yang memiliki imbal hasil tinggi seperti di Indonesia.

 

Topik
MalangBerita Malangberita malang hari iniKondisi Politik KondusifTren Pasar SahamPilpres 2019PT Manulife Aset Manajemen IndonesiaKatarina Setiawantensi dagang Amerika Serikat China

Berita Lainnya

Berita

Terbaru