Persawahan di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Persawahan di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dua desa di Kota Batu tahun 2019 ini digelontor penerbitan sertifikatnya sebanyak 8.500 bidang tanah. Dua desa yang difokuskan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu itu yakni Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, dan warga Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo.

Dengan demikian bagi warga yang akan mengurus sertifikat tanah bakal mendapat kemudahan, melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang difokuskan dua desa tersebut.

Baca Juga : Cari Tempat Tinggal Murah di Malang? Coba Apartemen The Kalindra

Kasi Hubungan Hukum Pertanahan (H2P) Kantor Pertanahan Kota Batu Hanung Prihanto mengatakan,  8.500 bidang tanah itu target di tahun 2020 untuk dua desa tersebut. “Program PTSL yang diusung Presiden RI Joko Widodo itu memang digeber secara bergilir. Dan dahulukan wilayah yang prioritas didasarkan pada kesiapan data dan dukungan aparat desanya,” kata Hanung.

Ia menambahkan untuk di Desa Giripurno targetnya bisa melakukan pengukuran 7.500 bidang tanah. Dengan target lainnya yakni penerbitan sertifikat 6.042 bidang tanah. “Untuk di Desa Mojorejo, target pengukurannya 2.500 bidang tanah, dengan penerbitan 1.958 sertifikat,” imbuhnya. 

Tetapi untuk di dua desa itu bakal ditarget ada 10 ribu bidang tanah yang akan diukur. Hanya saja ia menargetkan di Kota Batu bisa selesai lebih cepat dari yang ditargetkan pusat. 

Baca Juga : Bebas Macet dan Penuhi Kebutuhan, Apartemen The Kalindra Malang Pas Jadi Hunian Milenial

Sebab target dari pemerintah pusat, pada tahun 2024 mendatang sertifikasi tanah di Kota Batu bisa terselesaikan. “Optimistis target itu bisa kami selesaikan tahun 2022, atau setidaknya tahun 2023 mendatang,” tutupnya.