Rivaldi Sulaiman Syah tersangka kasus penganiayaan saat diamankan polisi (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)
Rivaldi Sulaiman Syah tersangka kasus penganiayaan saat diamankan polisi (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tindakan Rivaldi Sulaiman Syah warga Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ini, bisa dibilang kurang ajar. Bagaimana tidak, selain mengumpat-umpat, remaja 19 tahun itu juga menganiaya seorang pria yang usianya lebih tua darinya. Akibatnya, remaja pengangguran itupun harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

”Kasusnya masih penyidikan, dari laporan yang kami terima tersangka melakukan perbuatan penganiayaan dengan cara menampar dan memukul bagian kepala korban,” kata Kapolsek Singosari, Kompol Untung BR, Rabu (15/1/2020).

Akibat aksi penganiayaan tersebut, korban yang bernama M Arifin warga Dusun Bunut, Desa Tunjung Tirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ini, mengalami luka memar di bagian kepala sebelah kiri. ”Sekitar 2 jam setelah mendapatkan laporan, tersangka langsung kami ringkus saat yang bersangkutan sedang berada di rumahnya. Ketika kami amankan, tersangka tidak melakukan perlawanan dan mengakui jika dirinya telah menganiaya korban,” terang Untung.

Dijelaskan lebih lanjut, Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono menuturkan jika aksi penganiayaan yang dilakukan tersangka ini terjadi di kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) As Salam yang berlokasi di Dusun Bunut, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Ceritanya, Selasa (14/1/2020) sekitar pukul 12.30 WIB, tersangka Rivaldi mendatangi lokasi kejadian dengan maksud menunggu kehadiran teman perempuannya yang dikenal melalui media sosial (medsos) facebook. Temannya itu bernama PT (inisial).

Setelah beberapa saat menunggu, teman yang dinantikan datang. Saat itu PT menemui tersangka dengan ditemani beberapa orang temannya. Mereka sempat gayeng mengobrol di bawah pohon bambu yang ada di samping kolam pemancingan. ”Di sela obrolan, tersangka sempat menawarkan rokok kepada PT dan teman-temannya,” terang Supriyono kepada MalangTIMES.com.

Mengetahui adanya muda mudi yang merokok di kawasan lingkungan pondok, korban akhirnya berinisiatif untuk menegur sekumpulan remaja yang sedang nongkrong tersebut.

”Korban menegur kepada tersangka agar menjaga sopan santun, apalagi lokasi yang dijadikan untuk nongkrong berada di kawasan pondok pesantren dan banyak santri yang sedang menimba ilmu di pondok pesantren tersebut,” kata Supriyono saat menjelaskan teguran yang disampaikan korban kepada tersangka.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Setelah diingatkan agar tidak mengganggu anak pesantren, Rivaldi yang merasa tidak terima malah menjawabnya dengan nada arogan. Bahkan pria pengangguran tersebut juga sempat mengumpat dan berdalih jika apa yang dilakukannya sudah wajar dilakukan oleh anak muda.

Mendapat perlakuan semacam itu, korban yang juga menjabat sebagai ketua RT setempat, terus menegur tersangka agar tidak mengganggu para santri. Bukannya segera instropeksi diri, Rivaldi justru terus menerus beralasan dan beranggapan jika yang dilakukan tidak menyimpang. ”Tersangka sempat mengancam hendak membunuh korban dan santri hingga gus-nya (pengasuh) pondok pesantren,” jelas Supriyono.

Setelah mendengar pernyataan dari tersangka, korban akhirnya berinisiatif untuk mengambil handphone yang ada di saku celananya. Sadar jika dirinya telah di foto, Rivaldi yang merasa tidak terima langsung memukul kepala pria 36 tahun tersebut.

Lantaran keselamatannya terancam, korban yang saat itu terus menerus dipukuli dan ditampar oleh tersangka bergegas kabur menyelamatkan diri. Kejadian inipun dilaporkan Arifin ke Mapolsek Singosari.

Di hadapan petugas, pria yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan toko ini, mengaku jika dirinya telah dianiaya dan diancam hendak dibunuh oleh tersangka.

Berawal dari laporan itulah, jajaran Unit Reskrim Polsek Singosari dikerahkan untuk melakukan penangkapan. ”Untuk sementara, terhadap tersangka kami jerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan. Tersangka masih menjalani proses penyidikan, kasusnya masih kami dalami lebih lanjut,” tutup Supriyono.