Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui awak media usai pertemuan bersama perwakilan Kementerian PUPR di Kantor Perumda Tugu Tirta Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui awak media usai pertemuan bersama perwakilan Kementerian PUPR di Kantor Perumda Tugu Tirta Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES -  Gangguan layanan air bersih PDAM atau Perumda Tugu Tirta Kota Malang tak kunjung menemui solusi. Padahal, selama lima hari terakhir upaya pembenahan pipa-pipa yang jebol tersebut dilakukan sejak Jumat (10/1) lalu.

Namun, lagi-lagi pipa jaringan air malah bocor, tepatnya di jarak 50 meter dari titik kebocoran awal. Dampaknya, sudah berjalan lima hari terakhir pula masyarakat tidak bisa mendapatkan akses air dengan layak.

Ya, kebocoran jaringan pipa yang terjadi di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang tersebut memang berdampak di sejumlah wilayah di Kota Malang. Seperti, di wilayah Kedungkandang, Bumiayu, Sukun, Gadang dan Sawojajar.

Setidaknya, ada sekitar 26 ribu pelanggan PDAM Kota Malang yang kesulitan mendapatkan air bersih atas kejadian tersebut. Jebolnya pipa ini, berada di pipa yang berdiameter 500 mm. Yang diketahui, pipa ini merupakan bantuan dari Kemen PUPR.

Kejadian yang tak kunjung menemui solusi ini sudah sampai kepada pemerintah pusat. Hari ini (Rabu, 15/1) Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PUPR Iriandi Azwartika secara langsung melakukan tinjauan ke Kota Malang.

Tak hanya itu, kedatangannya juga sekaligus melakukan koordinasi untuk menemukan solusi persoalan air tersebut bersama Wali Kota Malang Sutiaji dan Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M Noor Muhlas.

Salah satu yang dibahas, yakni pengajuan penggantian pipa jaringan air baru oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Di mana, untuk penggantian pipa ini dananya ditaksir mencapai Rp 35 miliar yang akan didapatkan dari bantuan pihak Kementerian PUPR.

"Dalam waktu dekat, mungkin dalam satu bulan itu sudah ada pergantian pipa. Nanti kita akan buat skenario dari pusat, budgetnya kurang lebih Rp 35 miliar. Itu nanti bantuan dari pusat akan diberikan ke kita semua untuk mengganti pipa yang saat ini sedang terus menerus bocor," ujar Sutiaji.

Namun, sembari menunggu pertemuan untuk memastikan kebutuhan penggantian pipa bersama Kementerian PUPR pada Jumat (17/1) besok, dijelaskannya pihak Perumda Tugu Tirta diminta untuk melakukan perbaikan kembali. Nantinya, untuk penggantian pipa baru tersebut kemampuan kapasitas tekanannya akan lebih tinggi yakni, 20 PN (preasure nominal).

"Saya sampaikan untuk mencoba sekali lagi pembenahan itu sambil menunggu pertemuan dengan Kementerian PU. Kita nanti akan buat jaringan baru, dan ini jauh nanti kapasitasnya sampai 20 PN. Dan dipastikan mampu bertahan hingga 50 tahun," jelasnya.

Bantuan tangki air bersih untuk menunjang kebutuhan warga yang terdampak juga telah berjalan. Setidaknya ada 21 tangki air yang telah menyuplai beberapa hari ini, 10 mobil tangki air dari Perumda Tugu Tirta, sedangkan 11 mobil tangki air lainnya gabungan dari Asosiasi Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) se-Jatim.

Sementara, dari 26 warga yang terdampak Pemkot Malang telah mengambil tindakan dengan membagi debit-debit air yang ada untuk diambil sementara. Dengan tindakan tersebut, sekitar 16 ribu pelanggan terdampak telah berhasil mendapat air bersih. 

"Sekarang tinggal 10 ribu yang masih belum teratasi. Itu akan kami upayakan agar diatasi dengan menggunakan sumur bor yang ada, nanti mungkin tinggal akan kita siapkan pompanya. Sementara yang 16 ribu sudah kami upayakan dengan mengambil debit-debit air di wilayah lainnya," pungkasnya.