Foto ilustrasi (Sumber: www.educationone-indo.com)
Foto ilustrasi (Sumber: www.educationone-indo.com)

MALANGTIMES - Di tahun 2020, beberapa perguruan tinggi di Malang membuka beberapa program studi baru.

Tak terkecuali Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang).

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Dikatakan Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg, UIN Malang memproses penambahan prodi baru pada jenjang S1, S2, dan S3 di tahun 2020 ini.

Untuk S3, UIN Malang akan mengajukan 2 prodi baru yakni Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga.

"S3 Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga," ucap Prof Haris kepada MalangTIMES.

Prosesnya kata Haris disubmit bulan Januari ini.

Sementara untuk jenjang S2 atau Pascasarjana, prodi yang ditambah adalah prodi Psikologi dan Teknologi Informatika.

"Menambah prodi Psikologi S2. Dan yang mungkin akan turun itu S2 Teknologi Informatika," ungkapnya.

Sementara untuk S1, prodi yang ditambah adalah prodi Bahasa Indonesia.

"Setiap tahun ada mahasiswa di Deakin belajar budaya dan bahasa Indonesia di sini. Kita belum punya prodi Bahasa Indonesia. Jadi kita akan buka. Insya Allah tahun ini. Submitnya per Januari," paparnya.

Soal mahasiswa dari Deakin University, terpisah, Dekan Fakultas Humaniora, Dr H Syafiyah MA menyatakan bahwa Fakultas Humaniora telah bekerja sama dengan Deakin University selama 10 tahun lamanya.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

"Kita kerja sama dengan Deakin University sudah 10 tahunan. Setiap 2 tahun mereka mengirimkan mahasiswa mereka untuk studi bahasa dan budaya di sini," paparnya.

Syafiyah menjelaskan, terdapat perkuliahan untuk mahasiswa tersebut dari pagi sampai siang. 

Sementara sorenya, terdapat culture activities atau kegiatan-kegiatan budaya.

"Jadi ada latihan gamelan karawitan, menari, membatik, dan macam-macam. Kita juga ajak mengunjungi situs-situs sejarah atau tempat-tempat rekreasi yang itu khas Indonesia yang biasanya tidak mereka temui di sana," bebernya.

"Intinya, mereka ke sini ingin memperdalam menguatkan kompetensi bahasa Indonesianya. Kemudian ingin memperdalam pemahaman tentang budaya Indonesia dan masyarakat Indonesia," pungkasnya.