Audiensi Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu Malang dengan Wali Kota Malang (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Audiensi Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu Malang dengan Wali Kota Malang (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kondisi Wisata Belanja Tugu (WBT) Kota Malang selama beberapa tahun belakang banyak dikeluhkan, terutama oleh pedagang. Kali ini, pedagang kembali meminta bimbingan sekaligus menuntut ketegasan Pemerintah Kota Malang terhadap kedatangan pedagang kaki lima (PKL) di area Car Free Day (CFD) dan sekitarnya.

Sebab kedatangan PKL yang menempati area di sekitaran CFD seperti di Jl. Tenes Malang, Jl. Wilis, hingga Jl. Pahlawan Trip dinilai menyalahi peraturan daerah Kota Malang. Pasalnya, kawasan tersebut sebelumnya sudah ditegaskan sebagai wilayah yang bebas PKL dan sama sekali dilarang sebagai tempat berjualan.

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Perwakilan Ikatan Pedagang Wisata Belanja Tugu (IPWBT) Malang, Mecky yang ditemui usai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Malang pada Rabu (15/1/2020) di Balai Kota Malang menjelaskan, pedagang IPWBT yang kini ditempatkan di area parkir Stadion Gajayana Malang sering mengeluh. Terutama terkait semakin sepinya pengunjung.

"Kondisinya jauh berbeda seperti saat kami berjualan di Jl. Semeru. Tapi yang perlu digarisbawahi, kami kesini tidak meminta kembali berjualan di Jl. Semeru. Karena kami sudah sepakat untuk masuk ke area Stadion Gajayana," katanya.

Dia menjelaskan, permintaan pedagang adalah sikap tegas dari Pemerintah Kota Malang dalam menegakkan Perda. Jika memang area jalan di kawasan CFD dilarang untuk berjualan, maka ia berharap agar kawasan tersebut benar-benar ditertibkan. Karena hal itu pula yang sebelumnya telah dilaksanakan kepada pedagang yang kini berjualan di area parkir Stadion Gajayana.

"Kami tidak tuntut untuk mengosongkan area jalan terlarang dari PKL. Tapi jika memang harus ditindak tegas maka semestinya harus seperti itu," tegas dia.

Lebih jauh dia menyampaikan, saat ini total ada sekitar 460 pedagang yang aktif berjualan di Wisata Belanja Tugu Malang. Jumlah itu mengalami penurunan cukup signifikan dibanding jumlah pedagang saat WBT pertama kali digerakkan. Salah satu penyebabnya, banyak pedagang yang gulung tikar dan pendapatannya terus berkurang.

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

"Tapi Dinas Periwisata tadi berjanji akan berupaya menghidupkan WBT dengan berbagai atraksi yang digelar secara berkala. Kami harapkan ke depan bisa lebih ramai lagi," pungkasnya.