Layar tangkap konvensi Malang Jejeg (akun Instagram Malang Jejeg)
Layar tangkap konvensi Malang Jejeg (akun Instagram Malang Jejeg)

MALANGTIMES - Salah satu hotel di wilayah Kepanjen, Selasa (14/1/2020) sore terlihat berbeda dengan biasanya. Tepat di depan hotel itu, selembar banner terpasang dengan foto sosok yang akan meramaikan kontestasi Pilkada 2020 di Kabupaten Malang melalui jalur independen. Sosok itu adalah Heri Cahyono yang mengusung Malang Jejeg dan sejak awal menjadi calon bupati yang terlihat siap untuk bertarung dalam kontestasi Pilkada 2020. Kalimat dalam banner dengan sosok Heri itu tertulis, "Konvensi Bacalon Wabup Malang,". Beberapa umbul-umbul pun terlihat berderet di area hotel itu. 

Pemandangan berbeda itu, dalam rangka menyambut gelaran siapa nantinya yang akan menjadi tandem Hari dalam Pilkada 2020 yang bergerak melalui jalur independen, Rabu (15/1/2020) besok. Walau belum ada penjelasan secara langsung dari Hari, dimana MalangTimes mencoba menghubunginya via pesan singkat untuk bertanya lebih dalam terkait persiapan konvensi Bacalon Wabup dari Malang Jejeg, Selasa (15/1/2020) malam. Tapi, jejak acara permufakatan atau persetujuan untuk calon N-2 yang akan mendampingi Hari, telah diinformasikan sejak dini oleh tim media sosial Malang Jejeg. 

Dari akun Instagram Malang Jejeg dengan pengikut 1.922, konvensi Bacalon Wabup telah disampaikan H-6. "Waktunya Rakyat Bersuara !!!! Saksikan Konvensi Malang Jejeg menuju Kabupaten Malang yang lebih baik mulai tanggal 15 Januari 2020," begitulah informasi yang dishare di akun Instagram Malang Jejeg.

Tak hanya menginformasikan tanggal konvensi, beberapa peserta Bacalon Wabup Malang Hari pun dikupas di akun itu. Dimana ada sebanyak 11 peserta yang telah bersiap mendampingi Hari yang tergerak untuk menceburkan dirinya dalam perebutan kursi N-1 dikarenakan adanya salah kelola di Kabupaten Malang. "Saya menyakini, Kabupaten Malang ini potensinya sangat besar. Hanya saja kita salah kelola. Bertolak dari itu saya ingin membawa perubahan ke arah Kabupaten Malang sejahtera. Dengan luasnya wilayah di Kabupaten Malang, harusnya kita menang dari Kota Batu yang terbilang kota kecil,” ucap Hari beberapa waktu lalu.

Bertolak dari itu pula Hari berkali-kali menegaskan dirinya tak akan mungkin masuk lewat jalur partai politik. Pun dengan para Bacalon Wabup-nya nanti yang akan mendampinginya, dipastikan berasal dari non independen (parpol).

Lantas siapa sajakah yang siap menjadi calon Wabup Malang Jejeg ?. Dari penelusuran MalangTimes, Bacalon Wabup Malang Jejeg memang memiliki profesi yang beragam. Dari OB SPBU, Dosen Luar Biasa, petani, pengusaha hingga aktivis.
Yakni, Heribertus Sumarso (Factory Manajer  di CV Sejahtera dan pernah berkecimpung di parpol Gerindra), Gunadi Handoko seorang dosen luar biasa pasca sarjana Fakultas Syariah UIN Malang dan Mukhammad Yahya Arif yang aktif di NU.

Peserta konvensi lainnya adalah Noval Akbar seorang Dirut PT Quantum HRM Internasional, Mei Nafisha yang ditahun 2018 lalu pernah jadi caleg dari PAN Kota Malang, James Rionando (Area Manager PT AS Centrak Asia Raya di tahun 2014).
Tak hanya dari pengusaha, dan aktivis, salah satu peserta konvensi bernama Mahfudz Syaifuddin berprofesi sebagai OB SPBU pun bersiap untuk mewakili tagline konvensi, "Waktunya Rakyat Bersuara.". Selain itu ada Sutrisno dan Verry Son P yang berasal dari Paguyuban Mister Jatim (Creative Event), Tantono S yang pernah jadi caleg PPP Kota Malang dan Yogna Dody yang sempat menjadi Ketua Komunitas Esports Malang Gaming.

Ragam latar belakang Bacalon Wabup Malang Jejeg inilah yang akan ditentukan besok hari. Siapakah yang akan menemani Hari dalam pertarungan memperebutkan N-1 di Kabupaten Malang.

Para peserta konvensi itu tak lahir begitu saja. Di November 2019 lalu, Hari telah menggelar pra konvensi. Hal itu dilaksanakan  karena banyaknya masukan dari masyarakat yang ingin dekat dan melihat langsung bagaimana Malang Jejeg mau melibatkan masyarakat dan tokoh dibidangnya pada setiap prosesnya.

Hari pun mengklaim, konvensi itu menjadi bagian pembeda dari Malang Jejeg dibanding lainnya. “Inilah satu pembeda dari kami di Malang Jejeg sebagai calon perseorangan dibanding yang lainnya. Ke depan, kami berharap masyarakat mengerti dan tahu bahwa Malang Jejeg berani, terbuka dan transparan dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk menentukan calon pemimpin di Kabupaten Malang,” tandasnya.