Barang bukti pil double l saat menangkap para pengguna dan pengedar di Polres Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Barang bukti pil double l saat menangkap para pengguna dan pengedar di Polres Batu beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sepanjang 2019, tercatat ada 44 pengguna narkoba yang mendapatkan perawatan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu. Dari jumlah itu didominasi usia produktif yakni 15-24 tahun yang berprofesi sebagai pekerja swasta.

Berdasarkan data BNN, tercatat ada 26 orang pengguna dari kelompok usia 15-24 tahun. Sedangkan ada 18 pengguna, masuk kelompok usia rentan 25 hingga 40 tahun.

“Mereka yang terjerat narkoba di usia produktif itu karena mulanya coba-coba saja, sampai akhirnya mengonsumsi,” ungkap Kepala BNN Kota Batu AKBP Mudawaroh.

Dari 44 orang itu rinciannya, 9 pengguna kalangan wiraswasta, 26 pengguna kalangan karyawan swasta, 4 pengguna dari kalangan pekerja hiburan malam, 2 pengguna kalangan pelajar, 2 pengguna kalangan serabutan, dan 1 pengguna kalangan petani.

Sedangkan dari jenis narkoba yang digunakan, jenis sabu-sabu masih mendominasi dengan jumlah 23 pengguna. Disusul dengan pil dobel L dengan 18 pengguna.

“Dan sisanya paling rendah adalah pemakaian ganja dengan 3 pengguna. Kami ingin pada tahun 2020 bisa menurun,” imbuhnya.

Ia menambahkan sesuai dengan PP 25/2011 tentang Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL), ada keuntungan bagi pecandu untuk melapor. Pertama mendapatkan haknya untuk mendapatkan rehabilitasi.

Lalu dalam menjalani proses rehabilitasi, ketika tertangkap tidak dipidana tapi dikembalikan pada tempat rehab. “Sejauh ini masih ada dari mereka yang takut melapor, padahal kami terbuka,” jelas mantan Waka Polres Batu ini.