MALANGTIMES - Selama beberapa hari terakhir, layanan air bersih di Kota Malang bermasalah. Hal itu dikarenakan adanya kebocoran jaringan pipa transmisi diameter 500 mm di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Akibatnya, masyarakat mengeluh lantaran susah air bersih.

Tak berdiam diri, Perusahaan Daerah Tirta Kanjuruhan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang pun ikut turun tangan. Kali ini, Perumda yang dinahkodai Syamsul Hadi itu mengirimkan dua tangki air bersih untuk bisa disalurkan kepada masyarakat di Kota Malang.

Harapannya, masyarakat dan konsumen PDAM Kota Malang atau kini berganti nama menjadi Perumda Tugu Tirta Kota Malang tak lagi susah air bersih.

Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi menjelaskan, bantuan air bersih akan didistribusikan sejak Selasa (14/1/2020) pagi. Sebanyak dua tangki air bersih milik Perumda Tirta Kanjuruhan akan diberangkatkan menuju kantor Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Selanjutnya akan dilakukan pembagian tugas untuk melanjutkan bantuan.

"Jadi pagi ini akan berkumpul di Kantor PDAM Kota Malang, lalu secara teknis jadwalnya akan menentukan sesuai arahan PDAM Kota Malang. Karena PDAM Kota Malang yang mengetahui peta kebutuhan pelanggan di Kota Malang," katanya pada MalangTIMES, Selasa (14/1/2020).

Bukan hanya tangki air dari Perumda Tirta Kanjuruhan saja, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Jatim ini juga menyampaikan jika beberapa PDAM  yang tergabung dalam Perpamsi Jatim juga mengirimkan bantuan. 

Hingga Selasa (14/1/2020) pagi, setidaknya ada 11 mobil tangki air yang dikirim. Dengan rincian, dua unit tangki air dari Kabupaten Malang, dua unit dari Kota Batu, serta Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Situbondo yang masing-masing mengirimkan satu unit tangki air.

"Semalam sudah kami sepakati, yang lain akan menyusul. Karena kami memiliki moto yaitu Seduluran Selawase," tegas Syamsul.

Bantuan tangki air bersih itu menurutnya akan disalurkan hingga kondisi pipa air Perumda Tugu Tirta Kota Malang pulih kembali. Hal itu sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil bersama seluruh anggota Perpamsi Jatim.

Selain memberikan bantuan tangki air, Perumda Tirta Kanjuruhan juga mengirimkan staf teknik untuk diperbantukan dalam proses pembenahan pipa. Diharapkan, staf yang dikirim mampu urun rembug dengan staf Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

"Pasalnya yang pipa yang pecah itu menggunakan jaringan gravitasi, dan selama ini kami selalu menggunakan jaringan gravitasi," jelas Syamsul.

Lebih jauh Syamsul menjelaskan, pipa dengan jaringan gravitasi memang membutuhkan pengaturan yang tidak mudah, berbeda dengan jaringan pompa. Pasalnya, jaringan gravitasi tak dapat dibuka sekaligus. Melainkan harus dilakukan secara bertahap. Jika tidak, maka akan berakibat pada tekanan menjadi fluktuatif, yaitu memiliki tekanan yang rendah dan bisa langsung besar.

"Kalau gravitasi buka aliran nggak bisa langsung mengalir tapi harus digiring perlahan sambil buang angin agar air turun," pungkasnya.