Iklan 3D rokok di atas Toko AVIA yang ramai diperbincangkan publik. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Iklan 3D rokok di atas Toko AVIA yang ramai diperbincangkan publik. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Vendor papan iklan 3D produk rokok di Toko AVIA Kota Malang terancam denda hingga kurungan penjara. Hal itu lantaran vendor atau penyedia papan iklan tak memiliki izin setelah dimintai keterangan oleh Satpol PP.

Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi menyampaikan, pihak vendor iklan 3D tersebut telah memenuhi panggilan Satpol PP pada Senin (13/1/2020) kemarin. Namun vendor tidak memiliki izin sebagaimana ketentuan yang ada. Sehingga, pada akhirnya diambil langkah proses yustisi.

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

"Kami mintai izin tidak ada, maka sesuai Perda No. 4 Tahun 2006 kami lakukan BAP (berita acara pemeriksaan)," katanya.

Dia menjelaskan, pihak vendor dijadwalkan melakukan persidangan pada 29 Januari mendatang. Vendor akan menjalani sidang tipiring sebagaimana ketentuan yang ditetapkan. Sanksi yang mungkin dijatuhkan berupa denda atau hukuman kurungan.

"Sanksinya bisa berupa hukuman kurungan penjara selama tiga bulan atau denda sekitar Rp 50 juta," imbuh pria berkacamata itu.

Lebih jauh disampaikan, proses persidangan akan tetap dilaksanakan, meskipun vendor mampu memenuhi izin sebelum proses persidangan berjalan. Namun keputusan sepenuhnya ada pada hakim dalam pelaksanaan persidangan nantinya.

Dari hasil pertemuan itu, pihak Satpol PP meminta agar vendor menutup papan iklan tersebut. Lantaran dinilai belum memenuhi setiap unsur perizinan. Sejak Senin (13/1/2020) sore, iklan rokok tersebut sudah ditutup dengan kain berwarna putih. Meski pada dasarnya masih terlihat jelas bentuk iklan yang hendak disampaikan.

Sementara itu, perwakilan vendor, Zainul Arifin menjelaskan jika pihaknya akan mematuhi aturan yang disampaikan Satpol PP. Termasuk menutup papan reklame iklan yang berada di atas toko.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

"Kalau izin dan pajak papan reklame sebenarnya sudah dibayarkan, namun IMB papan reklame belum juga turun. Padahal mengurus sudah sejak Oktober 2019," terang Zainul.

Dia menerangkan jika proses persidangan akan dilaksanakan sebagaimana jadwal yang ditetapkan. Proses akan dijalani hingga izin dikeluarkan. Pasalnya pihak vendor memiliki tanggungjawab pada pemasang iklan reklame itu sendiri.

Sampai hari ini, pemasangan iklan rokok di kawasan Kayutangan itu memang menuai pro dan kontra. Sebagian memberi dukungan dan tak masalah dengan berdirinya iklan tersebut. Namun sebagian lagi menilai jika pemasangan iklan tersebut tak pada tempatnya. Pasalnya telah menciderai salah satu ikon heritage di Kota Pendidikan ini. Selain itu, sebagian lagi mempermasalahkan izin yang belum dikantongi pemasang iklan.

Sebelumnya, Badan Pendapatan Daerah Kota Malang sempat memasang reklame peringatan. Pasalnya, iklan terpasang sebelum memenuhi proses perizinan. Bahkan pihak pemasang iklan diketahui belum membayarkan sejumlah pajak yang menjadi kewajiban mereka.