Ilustrasi toga. (Foto istimewa)
Ilustrasi toga. (Foto istimewa)

MALANGTIMES -  Profesor merupakan bagian dari dosen, dan dosen merupakan bagian dari perguruan tinggi. Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menyampaikan, seorang profesor janganlah hanya menjadi menara gading. "Jangan hanya menjadi menara gading. Jangan hanya hidup di kampus. Jangan hanya diskusi dengan mahasiswa," ucapnya kepada MalangTIMES.

Sebagai suatu istilah, menara gading bermaknakan gambaran tentang menterengnya suatu menara yang sangat indah pun mewah di pandangan mata. Hanya saja, keindahan dan kemewahan menara itu hanyalah milik dan lamunan si penghuninya saja. Sementara di sekeliling menara itu, terhampar berbagai masalah rakyat yang tak pernah tersentuh oleh para penghuni menara.

"Jangan hanya menjadi menara gading. Namun berikan suara-suara kebaikan di luar kampus itu dan sampai ke tingkat implementasinya," lanjut Prof Haris.

Seorang profesor, kata Haris, harus bisa melihat realitas kehidupan bangsa dalam keseharian. Menjaga agar jangan tercipta konflik. Misal, konflik sesama imam masjid, atau sesama tokoh agama, dan lain-lain. "Ini (konflik) yang harus dihindari," tegasnya.

Jadi seorang dosen, apalagi profesor, ditegaskan Prof Haris, punya kewajiban-kewajiban untuk itu. Tidak hanya menjadi menara gading di kampus. "Bukan hanya menjadi menara gading, hanya berdasi kemudian ngajar di kampus, tidak boleh. Jadi harus melakukan research. Research bukan hanya sekedar menyimpulkan, tetapi bagaimana kesimpulan itu kemudian bisa bermanfaat bagi meredakan ketegangan-ketegangan," pungkasnya.

Untuk diketahui, profesor di UIN Malang saat ini berjumlah 13. Target Prof Haris, tahun 2020 profesor di UIN Malang nanti berjumlah 23 profesor.