Direktur Utama PDAM Kota Malang, Nor Muhlas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Direktur Utama PDAM Kota Malang, Nor Muhlas (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Selama tiga hari belakangan, puluhan ribu konsumen air bersih PDAM Kota Malang atau yang kini berganti nama menjadi Perumda Tugu Tirta Kota Malang melayangkan protes. Pasalnya, saluran air bersih mengalami mampet atau tak mengalir sama sekali.

Menanggapi itu, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang M Nor Muhlas menjelaskan, gangguan air terjadi lantaran adanya kebocoran jaringan pipa transmisi diameter 500 mm di Jl. Raya Kidal-Tajinan Kecamatan Tumpang. Pipa bocor lantara  tak mampu menahan kondisi eksisting lokasi yang bebannya lebih besar.

Baca Juga : Bagaimana Hukum PHK Karyawan di Tengah Pandemi Covid-19? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Muhlas menjelaskan, kekuatan pipa yang ada di titik tersebut adalah 10 bar. Namun  saat kejadian, titik tekanan melampaui 12,67 bar. Sementara lokasi pipa berada di cekungan yang membuat tumpuan semakin berat.

"Jadi memang tidak kuat menahan tumpuan, akhirnya pecah," katanya pada wartawan, Senin(13/1/2020).

Lebih jauh dia menjelaskan, berbagai upaya langsung dilakukan dalam proses penanganan. Di antaranya adalah memberi bantuan tangki air bersih. Selain itu dilakukan rekayasa jaringan pengambilan aliran. Pelayanan Sumber 7 kemudian diambilkan dari pelayanan sumber wendit 1 pada siang dan Sumber Wendit 3 pada malam hari. Hal itu dilakukan guna antisipasi tekanan yang ada dan kondisi pipa yang sudah jenuh, maka dilakukan rekayasa jaringan yang semula diambilkan dari tandon Simpar/Suply sumber 7.

"Kami kurangi dan kami ambilkan dari sumber Wendit 1 dan an Sumber Wendit 2. Jadi yang dari sumber 7 hanya 80 lps dari 140 lps yang selama ini," tambahnya.

Namun hal itu menurutnya akan berdampak pada pelayanan dari suply Wendit 1 dan Suply Wendit 2. Sehingga warga masyarakat Kota Malang yang selama ini memanfaatkan layanan Suply dari Wendit 1 dan Suply Wendit 2 tersebut diharapkan untuk bersabar. "Karena aliran akan kecil," imbuhnya.

Muhlas juga menjelaskan, jika pada 2020 ini PDAM Kota Malang akan menambah perangkat SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum). SPAM baru tersebut akan menambah ketersediaan air bagi Kota Malang sebanyak 400 liter per hari. 
Melalui SPAM itu dia berharap ketersediaan air di Kota Malang semakin terpenuhi. Sehingga mampu mengatasi masalah debit air bagi warga terdampak transmiri jaringan air di Pipa Jl Raya Kidal-Tajinan ini.

Baca Juga : Balada Susilo: Hidup di Gigir Kemiskinan Tanpa Jaring Sosial Pemerintah

Sementara terkait pipa yang pecah dan mengakibatkan kebocoran selama tiga hari ini, Muhlas menyampaikan jika pipa tersebut merupakan bantuan dari Kementerian PUPR pada 2014 lalu. Namun perawatan sepenuhnya menjadi tanggungjawab Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

"Dengan kejadian tersebut kami mengajukan bantuan ke pusat. Karena biaya untuk rehab jaringan yang baru memerlukan biaya yang sangat besar dan kami tidak mampu untuk melakukan pembiayaan pekerjaan tersebut," jelas dia.

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tugu Tirta Koya Malang, Ari Mukti menambahkan, guna antisipasi adanya kejadian berulang maka akan dilakukan kontrak payung. Tujuannya adalah percepatan penanganan pemasangan air release valve untuk mengeluarkan udara dalam pipa. Sehingga mengurangi udara dalam pipa.

"Dan kami melakukan pengajuan bantuan untuk rehab jaringan tersebut sebagai alternatif bahan pipa baik HDPE, Ductile maupun Galvanis tergantung pusat bantuan apa yang dipilih dan diberikan kepada PDAM Kota Malang," pungkasnya.