Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tahun 2020 ini, proses komunikasi dalam pembelajaran dan pergaulan di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menggunakan tiga bahasa. Tiga bahasa tersebut adalah bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris.

Hal ini disampaikan oleh Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg kepada MalangTIMES.

"Selain kita menggunakan bahasa Indonesia dalam pembelajaran dan pergaulan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tahun 2020 ini kita biasakan untuk menggunakan bahasa Arab dan bahasa internasional lainnya," ucapnya.

Saat ini, mahasiswa dari luar negeri yang belajar di UIN Malang berjumlah sekitar 400 lebih. 400 mahasiswa tersebut berasal dari 32 negara.

"Jadi kita menggunakan bahasa internasional bahasa Arab dan bahasa Inggris," katanya menekankan.

Prof Haris mengungkapkan, para pegawai di UIN Malang sudah mulai diberikan kursus bahasa Arab dan bahasa Inggris. Dengan kursus ini diharapkan para pegawai dapat memberikan pelayanan dengan bahasa internasional tersebut di UIN Malang.

"Jadi misalnya pagi harus menyapa shobakhul khair (selamat pagi), ahlan wa sahlan (selamat datang), good morning, selamat pagi," papar Prof Haris.

"Jadi ini tidak menjadi beban bagi warga UIN, tetapi kita harapkan mereka bisa melayani dengan bahasa internasional yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris," imbuhnya.

Dijelaskan Prof Haris, bahasa Arab selain dikenal sebagai bahasa agama juga dikenal sebagai bahasa bisnis sekarang ini.

"Yang saya tahu, perawat Jeddah dari Filipina di rumah sakit rumah sakit Saudi itu mereka sudah memakai bahasa Arab dan bahasa Inggris," jelasnya.

Di Indonesia sendiri kita tahu memang tidak menggunakan bahasa-bahasa internasional. Namun, di era global ini pembiasaan penggunaan bahasa internasional tersebut dirasa perlu. Maka dari itu, lanjut Prof Haris, UIN Malang memulainya dengan membiasakan penggunaan bahasa Arab dan bahasa Inggris.

"Ya bahasa internasional meski berbau lokal nggak papa. Yang penting bahasa itu bisa digunakan untuk komunikasi dengan pengguna jasa pendidikan kita," pungkasnya.