Wali Kota Malang Sutiaji (jaket coklat bertopi) saat ngantor ke Kelurahan Cemorokandang, Senin (13/1) (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji (jaket coklat bertopi) saat ngantor ke Kelurahan Cemorokandang, Senin (13/1) (Foto: Humas Pemkot Malang)

MALANGTIMES - Program ngantor di tiap kelurahan di Kota Malang mulai dijalankan. Pagi tadi (Senin, 13/1) Wali Kota Malang Sutiaji mengawali agenda tersebut ke kantor Kelurahan Cemorokandang.

Selain melakukan monitoring terhadap pelayanan publik, Sutiaji bersama rombongan juga meninjau infrastruktur di lingkup wilayah kelurahan itu. Ada beberapa hal yang kiranya harus dijadikan perhatian, yakni data potensi kelurahan yang masih dianggap lemah.

Kemudian, perihal kebersihan lingkungan, tertib administrasi dan mutu pelayanan publik. "Kelurahan (wilayah) itu intinya ya pelayanan publik. Karena memang secara teritorial langsung bersentuhan dengan publik. Maka saya tekankan agar meminimalisir keluhan masyarakat, " ujarnya.

Pria yang akrab disapa Aji ini juga meminta ada penataan ulang di area kantor kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Kedungkandang itu. Salah satunya, area front office dimana bakal menjadi gambaran representasi awal tingkat mutu pelayanan dan keramahan petugas.

"Saya lihat meja pembatasnya terlalu tinggi dan tidak mengakomodir kelompok disabilitas. Saya minta dilakukan pembenahan, dan tentu ini nanti tidak hanya saya stressing kepada Kelurahan Cemorokandang, tapi juga kantor pelayanan publik lainnya," imbuhnya.

Tak hanya itu saja, politisi Demokrat ini juga turut menyoroti perihal angka perkawinan di bawah umur. Pasalnya, di wilayah Kelurahan Cemorokandang ini tercatat ada 17 persen penduduknya yang menikah di bawah umur. Yang mana, faktor penyebabnya karena salah pergaulan.

"Meskipun dari sekitar lebih 100 pencatatan pernikahan, ada 10-17 persennya karena faktor salah pergaulan, tetap saya minta ini jadi perhatian bersama. Artinya pencatatan pelayanan tidak hanya berhenti pada aspek administratif, namun juga harus diikuti dengan tindak lanjut perencanaan program kegiatan. Ini lah pentingnya data potensi wilayah, termasuk didalamnya indikator- indikator permasalahan," pungkasnya.