Tersangka Bachron Chrisantono beserta barang bukti sabu saat diringkus polisi. (Foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Tersangka Bachron Chrisantono beserta barang bukti sabu saat diringkus polisi. (Foto: Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tindak lanjut anggota kepolisian saat mendapat informasi akan maraknya peredaran narkoba, akhirnya membuahkan hasil. Akhir pekan kemarin (Minggu 12/1/2020), salah seorang pengedarnya berhasil diringkus petugas Mapolsek Dampit.

Tersangkanya bernama Bachron Chrisantono warga Dusun/Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. ”Tersangka kami amankan sesaat setelah mendapatkan pasokan narkoba. Barang bukti yang kami amankan berupa sabu dengan berat total mencapai 0,83 gram,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Senin (13/1/2020).

Barang bukti sabu tersebut, lanjut Ainun, rencananya hendak dijual kembali oleh tersangka. Biasanya, setelah mendapatkan pasokan sabu, pelaku akan mengecernya kedalam beberapa poket sebelum akhirnya menjualnya kembali kepada pelanggannya.

”Dari pengakuannya, sabu yang diedarkan tersangka memiliki berat berkisar antara 0,27 hingga 0,28 gram,” terang Ainun yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Malang ini.

Kepada MalangTIMES, perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu itu, mengaku jika terungkapnya kasus peredaran sabu tersebut bermula dari laporan masyarakat. Kepada petugas, warga mengeluh jika di wilayah Desa Jambangan, Kecamatan Dampit marak terjadi transaksi narkoba.

Mendapat laporan, anggota Polsek Dampit dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi mendapat informasi jika pelaku atas nama Bachron Chrisantono, diduga terlibat dalam jaringan peredaran sabu dan sering melakukan transaksi di wilayah Desa Jambangan. Bahkan, petugas mendapat keterangan jika pria 37 tahun itu, baru saja bertransaksi narkoba dan hendak mengedarkannya.

Benar saja, saat diringkus petugas di salah satu bengkel sepeda motor yang ada di sekitar rumahnya. Polisi yang saat itu berpakaian preman menemukan tiga poket sabu siap edar yang disimpan pelaku di dalam bungkus rokok. ”Barang bukti berupa tiga poket sabu itu, disimpan tersangka di saku celananya,” sambung Ainun.

Tidak berhenti di situ, polisi yang saat itu menggeledah rumah tersangka juga mendapatkan berbagai barang bukti. Di antaranya satu unit timbangan elektrik dan satu buah HP (handphone). ”Selain itu, kami juga menyita uang tunai senilai Rp 590 ribu. Uang ratusan ribu tersebut diduga didapat tersangka dari hasil berjualan narkoba,” terang Ainun.

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka Bachron mengaku jika mendapatkan pasokan dari salah seorang temannya yang berinisial BP. ”Kasusnya masih pengembangan, petugas sudah dikerahkan untuk memburu keberadaan pelaku yang selama ini memasok sabu terhadap tersangka B (Bachron),” tutup Ainun.