Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - MALANGTIMES - Persoalan pengangguran rupanya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Malang pada Agustus tahun 2019 ini turun 0,75 persen poin menjadi 6,04 persen dibanding Agustus tahun 2018 yang berada pada level 6,79 persen.

Meski mengalami penurunan, jumlah tersebut masih relatif tinggi. Apalagi, jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur (Jatim).

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, prosentasi angka pengangguran memang telah menurun, namun diakuinya masih sangat kecil. Karenanya, pihaknya menggandeng perguruan tinggi untuk meminimalisir angka tersebut.

"Sudah mulai menurun, cuma tidak signifikan. Maka kami harus gandeng perguruan tinggi. Pengangguran kita bukab yang unskilling (tidak ada keterampilan), tapi by skill (ada keterampilan). Maka yang tinggi ini pengangguran terbukanya," ujar dia.

Padahal, menurutnya pertumbuhan ekonomi Kota Malang masuk kategori tertinggi di Jatim. Bahkan, angka kemiskinannya terendah. Yakni, dengan prosentase 4,07 persen di 2019. Capaian tersebut dinilai cukup jauh apabila dibandingkan dengan Kepulauan Madura dengan angka hampir mencapai 20 persen.

"Sebetulnya kita itu pertumbuhan ekonominya tertinggi di Jatim. Di Madura itu angkanya hampir 20, di wilayah Jatim lainnya itu masih di atas 7, 8, 9 dan 12 persen. Di kami, itu sudah 4," imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya menargetkan, angka kemiskinan dan pengangguran dapat terus menurun. Selain itu, prosentase pertumbuhan ekonomi diupayakan meningkat, karena saat ini Kota Malang saat ini sudah mencapai hampir tujuh persen.

"Pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi di atas 6 hampir 7 persen. IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita juga tinggi di yang lain masih di bawah angka 5. Secara nasional, harapannya 2020 ini ditargetkan angka 60, kita optimis karena di IPM kami sudah hampir 81," pungkasnya.