Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko (dua dari kanan) dan Kepala UPT PPU, Takroni Akbar (tiga dari kanan) saat melalukan kegiatan penanaman pohon di TPU Gading Kasri  (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko (dua dari kanan) dan Kepala UPT PPU, Takroni Akbar (tiga dari kanan) saat melalukan kegiatan penanaman pohon di TPU Gading Kasri (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Lingkungan Hidup, melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pemakaman Umum (UPT PPU), bakal semakin membuat kawasan makam di Kota Malang semakin bermanfaat bagi masyarakat sekitar ataupun mereka yang mengelola makam.

Hal itu dilakukan dengan rencana ke depan UPT PPU DLH Kota Malang untuk lebih memperkuat sembilan makam yang dikelola Pemkot Malang menjadi TPU tematik. Dalam hal ini, TPU Tematik nantinya akan memiliki ciri khas masing-masing. Ciri tersebut diwujudkan dengan penanaman  jenis-jenis tanaman atau pohon yang memiliki buah yang bermanfaat.

"Jadi yang ditanam tidak sama satu dengan yang lainnya nanti. Misalnya di Kasin kan sudah Coklat, kemudian  di TPU Nasrani Sukun sudah ada kopi maupun sukun. Jadi ada ciri sendiri," jelas Kepala UPT PPU Takroni Akbar.

"Di TPU  Sama'an, dengan luasan lahan makam yang cukup luas, nantinya akan dibuat perblok. Dan perblok tersebut kemudian akan diisi dengan tanaman yang berbeda. Dibikin perblok, misalnya tiap blok ditanami buah, seperti durian, atau blok buah mangga, rambutan," tambahnya

Dan untuk mewujudkan hal tersebut (TPU tematik), saat ini pihaknya juga terus melakukan kajian serta berkoordinasi dengan warga sekitar makam-makam yang berada dibawah pengelolaan Pemkot Malang. Hal tersebut tentunya penting dilakukan guna menyukseskan program makam tematik tersebut.

"Kalau masyarakat sekitar mendukung, tentunya mereka akan secara ikhlas untuk mendukung dan menyukseskan semua program yang kita rencanakan. Untuk itu kita terus koordinasi dengan warga sekitar, terutama warga masyarakat yang sehari-hari mengais rezeki di areal pemakaman. Seperti para penjual jasa yang berada di TPU tersebut," bebernya

Selain dengan jenis tanaman yang mendominasi,  sehingga memunculkan sesuatu yang tematik, pemilihan jenis tanaman juga dipertimbangkan agar  bisa memberi nilai tambah, utamanya nilai ekonomis pada masyarakat di sekitar lokasi makam.

"Tapi kalau untuk di TPU Sukorejo, agaknya kami kesulitan dalam memilih jenis tanaman. Di sana kita terkendala banyaknya warga yang ternak kambing yang di lepas bebas di area pemakaman tersebut,"ujarnya

Meskipun begitu, pihaknya berencana dengan memilih jenis tanaman lain yang tidak disukai oleh kambing, seperti serai merah. Serai merah sendiri bisa diambil minyaknya melalui proses penyulingan.