Pasar Baru Timur Comboran atau dulu dikenal Pasar Comboran (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Pasar Baru Timur Comboran atau dulu dikenal Pasar Comboran (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pasar loak di berbagai negara bukan hanya menjadi jujugan masyarakat lokal saja. Tapi tak sedikit pula yang menjadi destinasi yang dicari wisatawan. Terutama mereka yang tengah berburu 'harta karun' untuk memenuhi koleksi dan hobby mereka masing-masing.

Tak harus jauh-jauh ke luar negeri, karena Kota Malang juga memiliki pusat perbelanjaan barang-barang loak dan barang antik yang memberi penawaran cukup menarik. Meski belum sempurna 100 persen, Pasar Comboran atau kini disebut sebagai Pasar Baru Timur Comboran menawarkan berbagai barang yang cukup menggiurkan.

Baca Juga : Dampak Covid-19, PAD Kota Malang Diprediksi Turun 50 Persen

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Wahyu  Setianto menyampaikan, konsep Pasar Baru Timur Comboran memang sepenuhnya adalah sebagai pusat perbelanjaan barang bekas dan antik. Dalam tahap awal ini, pedagang lawas pasar akan melakukan transaksi seperti biasanya, terutama memperjual belikan onderdil elektronik.

"Pedagang onderdil akan tempati pasar di lantai satu, dan loss yang ada di belakang," katanya.

Dia menyampaikan, penataan pasar yang lebih representatif dan bersih diyakini mampu menarik wisatawan. Karena sejak awal, konsep pasar memang tak hanya diperuntukkan aktivitas jual beli saja, melainkan juga untuk menarik wisatawan berkunjung.

Sebab dalam waktu dekat, lantai dua akan segera diisi dengan pedagang baju bekas yang selama ini mangkal di beberapa jalanan. Di antaranya seperti yang biasa berjualan di Jalan Sartono SH. Sekitar 300 pedagang di sana nantinya akan diboyong ke Pasar Baru Timur Comboran. Sehingga lokasi pasar yang mengkhususkan jual beli barang bekas terpusat.

"Jadi orang mudah juga belanjanya. Kami sudah sosialisasikan dan pedagang menyambut positif. Karena kalau dibiarkan di pinggir jalan akan menganggu lalu lintas," tambah dia.

Baca Juga : Menteri Agama RI Dorong BAZNAS dan LAZ Percepat Pembayaran dan Pendistribusian Zakat

Bahkan, lanjutnya, Pasar Baru Timur saat ini tengah disiapkan untuk memenuhi standar pasar ber-SNI. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pelanggan. Berbagai fasilitas pun disebut Wahyu akan terus diperbarui secara berkala.

"Terlebih pemerintah pusat juga sudah sampaikan agar kami menjadi pusat perbelanjaan barang bekas, dan akan terus diperbaiki," tambah mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang ini.

Sementara itu, hingga saat ini pedagang Pasar Comboran secara bertahap kembali pindah ke area dalam pasar yang rampung dibangun. Pedagang pun ditargetkan akan kembali menempati area pasar maksimal akhir Januari 2020.