Jayus Hariono saat mengenakan jersey ketiga musim 2020 (Hendra Saputra)
Jayus Hariono saat mengenakan jersey ketiga musim 2020 (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Gelandang jangkar muda Arema FC Jayus Hariono mengaku persaingan lini tengah dibawah asuhan pelatih Mario Gomez akan semakin ketat, karena pelatih asal Argentina itu memiliki ciri memainkan pemain yang siap pada suatu pertandingan, bukan melihat nama besar.

Sebagai pemain muda, Jayus Hariono harus mempersiapkan diri untuk menyambut kompetisi Liga 1 2020 yang rencananya digelar antara bulan Februari-Maret.

Tapi hal tersebut terkendala dengan persaingan yang akan dihadapi karena Arema FC mendatangkan pemain baru yang tentu membuat Jayus harus berjuang untuk mendapatkan satu posisi inti di lini tengah.

Saat dihubungi MalangTIMES, Jayus mengaku siap jika harus bersaing dengan pemain lama atau pemain baru di Arema FC. 

Karena baginya, ini adalah persaingan positif untuk kemajuan timnya di kompetisi.

"Persaingan jelas sangat ketat, karena coach Gomez tidak memandang nama pemain besar," ucap Jayus.

Meski diakui akan ada persaingan yang ketat, Jayus siap melakukan yang terbaik saat latihan agar tim pelatih bisa memberinya kesempatan untuk bermain di kompetisi Liga 1 2020. 

"Tidak ada masalah, saya siap saja jika harus bersaing," tegasnya.

Untuk diketahui, saat ini Arema FC dikabarkan sudah mendapatkan satu gelandang asing asal Asia untuk memperkuat lini tengah dibawah asuhan pelatih Mario Gomez.

Hal tersebut menunjukkan, persaingan Jayus akan cukup berat karena ada nama Hendro Siswanto, Hanif Sjahbandi dan M. Rafli.

Sementara nama pemain asing baru masih belum ditunjukkan oleh manajemen Singo Edan dengan alasan masih menunggu pelatih kepala Mario Gomez tiba di Malang dan memimpin latihan perdana yang rencananya dilakukan Rabu (15/1/2020).