Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tak lagi berpakaian seragam resmi, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Malang diimbau untuk menggunakan pakaian adat khas daerah jawa. Kebijakan tersebut, untuk dijalankan di setiap hari Kamis.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, imbauan pemakaian baju daerah setiap hari Kamis itu sebagai salah satu bentuk penguatan pendidikan karakter bagi siswa sekolah. Artinya, nilai kebudayaan akan tertanam yang secara langsung melalui praktik.

"Iya, nanti setiap Kamis insya Allah pakai baju daerah. Seiring dengan kami kuatkan masalah karakter, harapannya kalau orang pakai baju daerah itu kan budayanya budaya kedaerahan," ungkapnya, Jumat (10/1).

Menurutnya, setiap orang berhak untuk mencontoh kepintaran dari manapun. Namun, harus tetap berbangga diri dengan budaya bangsa. Namun, untuk di Kota Malang ia menyebut pakaian yang dikenakan khusus untuk khas Jawa.

"Artinya harapan kami itu mencerminkan budaya Jawa. Dan ini untuk menguatkan bahwa karakter harus dikuatkan dari lokalism. Awalnya mau pakai khas Malangan, tapi untuk dimodifikasi masih kurang sesuai, saya khawatir agak kikuk," imbuhnya.

Rencananya, imbauan ini bakal diterapkan mulai Kamis pekan depan (16/1). Bahkan hal itu bukan untuk ASN saja, tapi pihaknya juga akan melibatkan karyawan perhotelan untuk bisa ikut terlibat memakai baju adat tersebut.

Meski begitu, politisi Demokrat ini mengaku imbauan untuk memakai baju adat tidak untuk memberatkan masyarakat Kota Malang. Seperti ketika untuk anak sekolah, ketika itu dirasa memberatkan karena tidak memiliki baju khas Jawa maka tidak harus memakainya.

"Perhotelan dan sekolah-sekolah juga akan kami minta. Kita sudah susun instruksi itu, mestinya Kamis depan sudah bisa dijalankan. Mudah-mudahan ini bentuk satu arah ya, tidak akan memberatkan bagi mereka. Tapi saya kira kalau baju Jawa itu kan gampang," pungkasnya.