Logo Arema FC (istimewa)
Logo Arema FC (istimewa)

MALANGTIMES - Arema FC tidak bisa menahan pemain yang memilih hengkang karena telah mempunyai kesepakatan dengan tim lain meski sebenarnya mereka masuk dalam proyeksi pelatih kepala Mario Gomez untuk kompetisi Liga 1 2020 mendatang.

Apalagi saat ini mazhab manajemen Arema FC ialah tim pelatih diberikan kebebasan untuk menentukan pemain, baik itu untuk dipertahankan, dilepas atau menjadi pemain baru.

Sebelumnya, manajemen Arema FC selalu melengkapi pemain sebelum pelatih tiba, dan ketika pemain sudah lengkap pelatih tinggal memberikan materi latihan. Hal itu nampaknya tidak bisa membuat prestasi yang bagus bagi Singo Edan.

Sebelum memasuki kompetisi Liga 1 2020, manajemen Arema FC meminta tim pelatih untuk berunding menentukan siapa pemain yang akan dipertahankan atau tidak dan termasuk pengambilan keputusan untuk mendatangkan pemain baru.

Beberapa pemain lama ada yang masuk rekomendasi pelatih dan ada yang tidak. Tapi beberapa pemain yang sudah direkomendasi tersebut memilih untuk hengkang karena sudah memiliki kesepakatan dengan tim lain.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengungkapkan dilepasnya 14 pemain murni karena rekomendasi tim pelatih. Namun ada juga yang memilih keluar untuk mencari pengalaman bermain lebih banyak. "Seperti Hardianto dan Rifaldi. Mereka (sebenarnya) masuk skema pelatih, tapi karena mereka memilih keluar kami tak bisa menahan," ucapnya.

Saat ini, untuk menggantikan 14 pemain tersebut, Ruddy mengaku Arema sudah menemukan pengganti bahkan beberapa di antaranya sudah melakukan tanda tangan kontrak. "Penggantinya sudah ada semua, nanti pasti kami rilis nama-namanya, sekarang masih menghormati kontrak dengan klub lamanya," ungkapnya.